NEWSTICKER
Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido. (Foto: AFP)
Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido. (Foto: AFP)

Terobos Parlemen, Guaido Dilantik Jadi Ketua Majelis Nasional

Internasional konflik venezuela venezuela
Arpan Rahman • 08 Januari 2020 16:02
Caracas: Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido dan sekelompok pendukungnya menerobos masuk gedung parlemen untuk mengklaim kembali jabatan presiden Majelis Nasional. Mereka masuk dan melakukan pemungutan suara untuk mengakui Guaido sebagai kepala Majelis Nasional Venezuela 2020.
 
Beberapa hari sebelumnya, sejumlah anggota majelis yang mendukung Presiden Nicolas Maduro melakukan pemungutan suara tanpa melibatkan kubu Guaido. Dalam pemungutan suara itu, Luis Parra dipilih menjadi pemimpin Majelis Nasional Venezuela.
 
"Kami tahu bahwa komunitas internasional mungkin sulit memahami apa yang terjadi di negara ini," kata Guaido, dinukil dari UPI, Selasa 7 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hari ini, diplomat Majelis Nasional yang dipilih oleh rakyat, telah mengalahkan upaya percobaan kudeta legislatif yang digerakkan diktator dan para pengikutnya," sambung dia, merujuk pada Maduro.
 
Usai menerobos penjagaan petugas di luar area parlemen, Guaido mengambil sebuah mikrofon saat para anggota parlemen kubu Maduro sedang menyanyikan lagu nasional Venezuela.
 
Listrik di gedung parlemen sempat mati dalam ketegangan tersebut. Para anggota parlemen terpaksa menggunakan cahaya dari telepon genggam mereka untuk melihat dokumen kehadiran mereka menjelang sesi pemungutan suara.
 
Dipilihnya Parra sebagai pemimpin Majelis Nasional pada Minggu 5 Januari dianggap sebagai kudeta legislatif. Guaido tidak dapat masuk ke pemungutan suara tersebut karena dihalangi pasukan loyalis Maduro.
 
Kubu Guaido pun menggelar pemungutan suara tandingan di gedung parlemen. Guaido terpilih kembali dengan suara dukungan 100 melawan 0.
 
Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela pada Januari tahun lalu. Ia menyebut kepemimpinan periode kedua Maduro tidak sah karena pemilihan umum berlangsung curang.
 
Deklarasi Guaido telah didukung puluhan negara, termasuk Amerika Serikat.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif