Dalam pertemuan semua negara di benua Amerika itu, Obama bertemu dengan Presiden Kuba Raul Castro. Itu merupakan pertemuan pertama Presiden AS dengan Kuba sejak 1956.
Ted Cruz, politikus Partai Republik yang hendak mencalonkan diri pada pemilihan umum presiden pada 2016, mengkritik dialog Obama dengan Castro.
"Obama telah menyerah kepada diktator komunis yang ada di benua kita sendiri," ucap Cruz, seperti dikutip AFP, Sabtu (11/4/2015).
Duduk berdua di sebuah ruangan berkarpet biru, Obama berterima kasih kepada Castro atas "semangat keterbukaan" selama berinteraksi dengan dirinya. Sementara Castro menegaskan negosiasi AS dengan Kuba membutuhkan kesabaran.
Pertemuan Obama dan Castro yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu merupakan klimaks dari pengumuman keduanya pada 17 Desember tahun lalu. Ketika itu, Obama dan Castro sepakat menormalisasi hubungan kedua negara yang hancur sejak 1961.
"Sudah jelas ini merupakan pertemuan bersejarah," ucap Obama, yang berbicara terlebih dahulu dalam pertemuan dengan Castro.
"Setelah kebijakan AS (terhadap Kuba) gagal dalam 50 tahun terakhir, sekarang saatnya melangkah menuju masa depan," sambung dia.
Obama menegaskan, tugas awal yang akan didahulukan adalah membuka kedutaan besar AS dan Kuba. Castro setuju, dan keduanya pun bersalaman.
"Kami sepakat mendiskusikan apapun, tapi kita semua harus sabar, benar-benar sabar," ungkap Castro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News