Ribuan imigran asal Amerika Tengah bergerak menuju Meksiko pada pertengahan Oktober 2018. (Foto: Johan Ordonez/AFP/Getty Images)
Ribuan imigran asal Amerika Tengah bergerak menuju Meksiko pada pertengahan Oktober 2018. (Foto: Johan Ordonez/AFP/Getty Images)

Lebih dari 18 Ribu Imigran Capai Perbatasan AS

Internasional amerika serikat imigran gelap meksiko
Willy Haryono • 09 Desember 2018 19:01
El Paso: Lebih dari 18 imigran, sebagian besar berasal dari negara-negara di Amerika Tengah, telah melintas dari Meksiko ke Amerika Serikat dalam enam pekan terakhir. Mereka semua mengajukan permohonan suaka untuk mencari kehidupan yang lebih baik di Negeri Paman Sam.
 
"Mereka melintas dari Ciudad Juarez, Chihuahua, ke El Paso, Texas," ucap Ruben Garcia, direktur tempat penampungan Casa Annunciacion, seperti dilansir dari kantor berita Prensa Latina, Minggu 9 Desember 2018.
 
Saat ribuan imigran itu tiba di perbatasan AS-Meksiko, mereka semua akan menjalani proses pemeriksaan dan persidangan. Mereka yang tidak lolos berpotensi atau bahkan langsung dideportasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara mereka yang lolos harus menunggu lebih lanjut di Meksiko hingga permohonan suaka selesai diproses di AS. Mekanisme ini merupakan bagian dari perjanjian antara Meksiko dengan AS terkait krisis keimigrasian.
 
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa semua imigran harus menanti di sisi Meksiko hingga permohonan suaka mereka selesai diproses.
 
Garcia menyebut sebagian besar imigran asal Amerika Tengah ini datang sebagai keluarga. "Mereka meninggalkan negara untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Mereka ini bukan kriminal," ungkap dia.
 
Akhir November lalu, Meksiko mendeportasi ratusan imigran yang berusaha memasuki AS. Para imigran itu dinilai menyalahi aturan karena memanjat pagar serta kawat berduri di area perbatasan.
 
Baca:Kawat Berduri 'Donald Trump' di Perbatasan AS dan Meksiko
 
Beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri baru Meksiko Marcelo Ebrard mewacanakan rencana semacam "Marshall Plan" untuk mendorong pertumbuhan di negara-negara Amerika Tengah seperti El Salvador, Guatemala dan Honduras.
 
Ia menyandingkan rencana itu seperti yang sudah dilakukan AS untuk membantu mendorong pertumbuhan di Eropa setelah Perang Dunia II. Ebrard menilai rencana semacam itu akan membantu mengurangi jumlah imigran yang melarikan diri dari kekerasan dan kemiskinan di negara mereka masing-masing.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif