"Mereka melintas dari Ciudad Juarez, Chihuahua, ke El Paso, Texas," ucap Ruben Garcia, direktur tempat penampungan Casa Annunciacion, seperti dilansir dari kantor berita Prensa Latina, Minggu 9 Desember 2018.
Saat ribuan imigran itu tiba di perbatasan AS-Meksiko, mereka semua akan menjalani proses pemeriksaan dan persidangan. Mereka yang tidak lolos berpotensi atau bahkan langsung dideportasi.
Sementara mereka yang lolos harus menunggu lebih lanjut di Meksiko hingga permohonan suaka selesai diproses di AS. Mekanisme ini merupakan bagian dari perjanjian antara Meksiko dengan AS terkait krisis keimigrasian.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa semua imigran harus menanti di sisi Meksiko hingga permohonan suaka mereka selesai diproses.
Garcia menyebut sebagian besar imigran asal Amerika Tengah ini datang sebagai keluarga. "Mereka meninggalkan negara untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Mereka ini bukan kriminal," ungkap dia.
Akhir November lalu, Meksiko mendeportasi ratusan imigran yang berusaha memasuki AS. Para imigran itu dinilai menyalahi aturan karena memanjat pagar serta kawat berduri di area perbatasan.
Baca: Kawat Berduri 'Donald Trump' di Perbatasan AS dan Meksiko
Beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri baru Meksiko Marcelo Ebrard mewacanakan rencana semacam "Marshall Plan" untuk mendorong pertumbuhan di negara-negara Amerika Tengah seperti El Salvador, Guatemala dan Honduras.
Ia menyandingkan rencana itu seperti yang sudah dilakukan AS untuk membantu mendorong pertumbuhan di Eropa setelah Perang Dunia II. Ebrard menilai rencana semacam itu akan membantu mengurangi jumlah imigran yang melarikan diri dari kekerasan dan kemiskinan di negara mereka masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News