Prajurit perempuan AS nantinya diizinkan menyetir tank dan menembakkan mortir setelah Pentagon membuka semua posisi tempur bagi perempuan mulai 2016.
"Semua kekuatan tempur Amerika tidak bisa mengabaikan setengah dari populasi abad ke-21 yang perlu mengambil kekuatan dari kelompok seluas mungkin, termasuk perempuan," ujar Menteri Pertahanan AS Ashton Carter, seperti dikutip VOA Indonesia, Sabtu (5/12/2015).
"Tidak akan ada pengecualian," kata Carter. Artinya, sepanjang mereka memenuhi syarat dan standar, perempuan sekarang bisa berkontribusi bagi misi Amerika dengan berbagai cara yang sebelumnya dilarang.
Carter mengatakan, tiga angkatan bersenjata Amerika mendukung perempuan menempati posisi yang paling berat dan berbahaya. Namun, Korps Marinir ingin membuat pengecualian tertentu berdasarkan studi yang menunjukkan perempuan mengurangi efektivitas pasukan tempur.
Perempuan berangsur membuka jalan bagi peran tempur sejak pertengahan 1970-an ketika mereka pertama kali diizinkan masuk akademi militer dan menjadi anggota angkatan bersenjata Amerika Serikat. Saat ini, perempuan hanya dilarang melakukan tugas tempur yakni sekitar 10 persen tugas militer.
Setelah ditinjau selama tiga tahun, Carter mengatakan ia melihat data yang berbeda dan masalah Korps Marinir itu akan dibahas setelah aturan baru diberlakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News