PBB Minta Trump Tetap Pertahankan Kesepakatan Nuklir Iran
Presiden AS Donald Trump tidak menyukai dengan kesepakatan nuklir Iran (Foto: AFP).
New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk tidak meninggalkan perjanjian kesepakatan nuklir Iran.
 
"Jelas ada risiko nyata dari perang jika kesepakatan ini tidak dilanjutkan," kata Guterres merujuk pada ancaman Trump.
 
Dilansir dari BBC, Kamis 3 Mei 2018, Trump sempat menginginkan adanya revisi dari kesepakatan nuklir Iran di mana membatasi penggunaan nuklir balistik dan juga kebijakan Iran di Timur Tengah yang dinilai mendukung militan.
 
Jika kesepakatan nuklir Iran ini tidak ditinjau kembali, Trump mengancam akan keluar dari kesepakatan tersebut. Ia akan mengumumkan keputusannya pada 12 Mei mendatang.
 
"Perjanjian Iran adalah kemenangan diplomatik yang penting dan harus dipertahankan," tegas Guterres.
 
"Kita tidak boleh membatalkannya kecuali kita memang memiliki alternatif yang baik, atau kita akan menghadapi kondisi berbahaya," lanjut dia.
 
Pertimbangan Trump ini muncul setelah Iran dituduh Israel menyimpan nuklir rahasia yang berbahaya. Mereka menilai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu adalah pembohong besar.
 
Netanyahu mengatakan dalam siaran televisi yang disiarkan pada Senin bahwa ia memiliki 'bukti' baru dari rencana senjata nuklir Iran yang dapat diaktifkan kapan saja.
 
Namun dia tidak memberikan bukti bahwa musuh utama Israel itu telah secara aktif bekerja untuk mendapatkan senjata nuklir sejak perjanjian 2015 antara Teheran dan enam kekuatan dunia, yakni AS, Rusia, Prancis, Jerman, Inggris dan Tiongkok.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id