Paul Whelan adalah mantan marinir AS. (Foto: WHELAN FAMILY)
Paul Whelan adalah mantan marinir AS. (Foto: WHELAN FAMILY)

Keluarga Paul Whelan Bantah Tuduhan Mata-Mata

Internasional amerika serikat as-rusia
Arpan Rahman • 02 Januari 2019 13:02
Michigan: Saudara laki-laki dari Paul Whelan, warga negara Amerika Serikat yang ditangkap pada Jumat lalu karena dituduh memata-matai di Rusia, angkat bicara. Ia mengatakan kepada BBC News bahwa saudaranya tidak bersalah dan berada di Moskow hanya untuk menghadiri pernikahan.

Keluarga dari Paul Whelan, 48, mengetahui penangkapan oleh Rusia pada Senin 31 Desember dari laporan berita. Keluarga sempat khawatir karena Paul Whelan tidak memberi kabar selama berhari-hari.

David Whelan, saudara kembar Paul, meyakini bahwa saudara kandungnya itu melanggar hukum. Badan keamanan Rusia, FSB, mengatakan Paul "tertangkap sebagai mata-mata" di Moskow.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Lelaki asal Michigan itu didakwa dengan kejahatan spionase, di mana ia bisa dihukum setidaknya 10 tahun penjara. Kementerian Luar Negeri AS sudah meminta akses konsuler setelah diberitahukan oleh otoritas Rusia mengenai penahanan tersebut. Skandal mata-mata merebak antara Rusia dan AS secara berkala sejak Perang Dingin. Sementara tindakan Rusia terhadap Ukraina pada 2014, dan tuduhan campur tangan Negeri Beruang Merah dalam pemilihan presiden Washington dua tahun setelahnya, telah membuat hubungan dua negara memburuk.

Baca: Rusia Tahan Warga AS Terkait Aksi Mata-mata

Apa Urusan Paul Whelan di Rusia?

FSB mengatakan dia ditahan "atas aksi spionase," yang menyiratkan bahwa Whelan tertangkap basah. Dalam sebuah pernyataan David Whelan, keluarganya mengatakan bahwa bukan sifat Paul untuk tidak memberi kabar, bahkan ketika bepergian.

Berbicara kepada BBC News pada Selasa, 1 Desember 2019 David Whelan mengatakan saudaranya tiba di Rusia pada 22 Desember dan dijadwalkan pulang pada 6 Januari. Dia menghadiri pernikahan sesama mantan Marinir dengan warga negara Rusia. Paul juga berencana mengunjungi kota St Petersburg selama kunjungannya itu.

Paul Whelan, kata saudaranya, sering mengunjungi Rusia untuk urusan bisnis dan hiburan sejak 2007. Selain pernah berada di jajaran militer AS, Paul sempat bekerja di bidang penegakan hukum.

Ketika ditanya mengapa kira-kira Paul dapat menarik perhatian FSB, David Whelan bersikeras tidak tahu.

"Saya tidak dapat membayangkan bagaimana seseorang dengan latar belakang penegakan hukum dan juga mantan Marinir AS, yang sekarang bekerja di perusahaan keamanan dan sadar akan risiko perjalanan, bisa melanggar hukum, apalagi yang terkait dengan spionase," katanya.



(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi