Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman dianggap terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Foto: AFP). (Foto: AFP).
Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman dianggap terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Foto: AFP). (Foto: AFP).

Penyelidikan Kematian Khashoggi Sasar Putra Mahkota Saudi

Internasional Jamal Khashoggi
Fajar Nugraha • 20 Juni 2019 06:32
New York: Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memaparkan hasil penyelidikannya terkait pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.
 
Agnes Callamard yang bertugas sebagai pelapor khusus PBB untuk eksekusi di luar hukum mengatakan, ada kemungkinan bahwa pejabat tinggi Arab Saudi terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Khashoggi.
 
“Bukti yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa pejabat tinggi Saudi terlibat dalam pembunuhan yang direncanakan,” ujar Callamard dalam laporan yang diumumkan 19 Juni, seperti dikutip AFP, pada Kamis, 20 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Khashoggi telah menjadi korban dari eksekusi yang disengaja dan direncanakan sebelumnya, pembunuhan di luar proses hukum di mana negara Arab Saudi bertanggung jawab di bawah hukum hak asasi manusia internasional," tegas Callamard dalam laporannya berdasarkan penyelidikan enam bulan.
 
Laporan itu menekankan bahwa "tidak ada kesimpulan yang dibuat kepada siapa yang pantas dianggap bersalah”. Tetapi Callamard menyerukan "sanksi yang ditargetkan" terhadap Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman.
 
Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menyebut laporan penyelidik "bukan hal yang baru."
 
"Laporan pelapor di dewan hak asasi manusia berisi kontradiksi yang jelas dan tuduhan tidak berdasar yang menantang kredibilitasnya," tulisnya di Twitter.
 
Laporan tersebut akan disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB, yang 47 anggotanya termasuk Arab Saudi, pada 26 Juni.
 
Jamal Khashoggi tewas di dalam gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018. Dia diyakini dibunuh dan tubuhnya tidak diketahui hingga kini.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif