"Presiden Trump menegaskan kembali komitmen kuat kami buat membela Korsel, termasuk melalui ketentuan demi memperkuat pertahanan dengan menggunakan berbagai kemampuan militer," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
"Kedua pemimpin sepakat mengambil langkah-langkah memperkuat kemampuan pertahanan bersama demi melawan ancaman Korut," bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip AFP, Senin (30/1/2017).
Kepala Pentagon James Mattis akan berkunjung ke Korsel pada Rabu 1 Februari dan Jepang pada Jumat mendatang. Ini merupakan perjalanan luar negeri perdana sebagai menteri pertahanan.
Kunjungan dijadwalkan di tengah kekhawatiran Korsel dan Jepang mengenai arah kebijakan AS di bawah Trump.
Selama kampanyenya, Trump mengancam menarik pasukan AS dari kedua negara tersebut jika mereka tidak meningkatkan kontribusi keuangan mereka di sektor pertahanan.
Tapi Gedung Putih bersikeras bahwa kunjungan itu "mencerminkan persahabatan antara kedua negara dan menunjukkan pentingnya aliansi AS-Korsel."
Seoul dan Washington tahun lalu sepakat memasang sistem misil (THAAD) di Korsel setelah rangkaian uji coba nuklir dan rudal Korut. Pemasang memicu keberatan dari Tiongkok, yang khawatir akan melemahkan kemampuan balistiknya sendiri.
Awal bulan ini, Hwang memperingatkan bahwa kemampuan nuklir dan rudal Korut melaju dengan kecepatan "yang belum pernah terjadi sebelumnya". Karena itu, dia menyerukan penyebaran "cepat" THAAD.
Di dalam negeri Korsel, suara-suara yang menentang instalasi THAAD bermunculan. Beberapa kandidat oposisi berjanji membatalkan kesepakatan jika mereka memenangkan pemilihan presiden tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News