Wakil Presiden AS Mike Pence. (Foto: AFP)
Wakil Presiden AS Mike Pence. (Foto: AFP)

AS Dukung Oposisi Venezuela Protes Pemerintah

Internasional amerika serikat venezuela as-venezuela
Sonya Michaella • 23 Januari 2019 09:02
Washington: Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence mengeluarkan pesan video berisi dukungan kepada rakyat dan oposisi Venezuela untuk memprotes tindakan diktator pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
 
Oposisi Venezuela berencana mengadakan pawai sebagai bagian dari acara tahunan yang menandai jatuhnya pemerintahan militer tahun 1958. Oposisi juga membandingkan Maduro dengan Marcos Perez.
 
"Atas nama Presiden Donald Trump dan semua orang Amerika, izinkan saya menyatakan dukungan dari AS ketika para rakyat Venezuela mengangkat seruan kebebasan," kata Pence, dikutip dari AFP, Rabu 23 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pence juga menyatakan dukungan terhadap pemimpin oposisi Juan Guaido. Oposisi, ujar dia, harus menegaskan kekuatan untuk melawan Maduro yang disebutnya perampas kekuasaan.
 
"Kami bersama Anda, kami tinggal bersama Anda sampai demokrasi di Venezuela pulih dan Anda semua merebut hak Anda," tegas Pence.
 
AS menjadi salah satu negara yang tidak mengakui pelantikan serta kepemimpinan Maduro untuk kedua kalinya di Venezuela. Peru dan Paraguay bahkan memutuskan hubungan diplomatik usai Maduro dilantik.
 
Baca: Maduro Dilantik, Peru dan Paraguay Putuskan Hubungan Diplomatik
 
Maduro pertama kali memimpin Venezuela pada 2013 sepeninggal Hugo Chavez yang meninggal karena sakit kanker setelah memerintah selama 14 tahun.
 
Sejak menjabat, Maduro banyak menerima kecaman dari dalam dan luar negeri atas tuduhan pelanggaran HAM dan penanganan ekonomi negeri yang tidak baik.
 
Venezuela merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia dan memegang kepresidenan OPEC hingga 2025. Namun, ekonomi Venezuela jatuh terperosok sejak 2017 awal dan mengalami inflasi.
 
Inflasi Venezuela kini mencapai 1,3 juta persen dalam 12 bulan hingga November 2018, menurut sebuah studi dari Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi. AS juga sempat menjatuhkan sanksi yang diklaim Maduro merugikan Venezuela hingga USD20 miliar, tahun lalu.
 
Krisis ekonomi ini membuat sekitar 2,3 juta warga Venezuela melarikan diri dari negara itu sejak 2015. Bentrokan anti-pemerintah pada 2017 pun menewaskan 125 orang.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi