NEWSTICKER
Menkes AS Alex Azar (tengah) didampingi dua petinggi CDC, Robert Redfield (kiri) dan Nancy Messonier dalam konferensi pers COVID-19 di Washington, 28 Januari 2020. (Foto: AFP/Getty/Samuel Corum)
Menkes AS Alex Azar (tengah) didampingi dua petinggi CDC, Robert Redfield (kiri) dan Nancy Messonier dalam konferensi pers COVID-19 di Washington, 28 Januari 2020. (Foto: AFP/Getty/Samuel Corum)

CDC Sebut Korona COVID-19 Berpotensi Mewabah di AS

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Willy Haryono • 26 Februari 2020 10:53
Bethesda: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan adanya potensi wabah virus korona COVID-19 di Negeri Paman Sam. CDC pun menyerukan kepada seluruh agensi pemerintah, entitas bisnis, dan sekolah untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.
 
Kekhawatiran CDC salah satunya terkait pasokan obat-obatan AS, yang sebagian bahannya didatangkan dari Tiongkok -- negara pusat penyebaran COVID-19.
 
"Ada kemungkinan terjadi penyebaran (COVID-19) di tengah masyarakat negeri ini," kata Nancy Messonier, pejabat senior CDC, dalam keterangannya kepada awak media.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang pertanyaannya bukan apakah peristiwa ini akan terjadi, tapi kapan akan terjadi, dan berapa banyak orang yang akan terjangkit," sambung dia, dikutip dari AFP, Rabu 26 Februari 2020.
 
Pernyataan CDC menandai eskalasi signifikan dalam hal ancaman korona di AS. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa virus korona COVID-19 dapat menjadi pandemik global karena kasusnya terus bermunculan di luar Tiongkok.
 
COVID-19 telah menewaskan lebih dari 2.700 orang dan jumlah infeksinya melampaui 80 ribu. Sementara jumlah orang yang dinyatakan sembuh dari korona mencapai angka 30 ribu.
 
Karena belum ada vaksin atau perawatan spesifik untuk COVID-19, banyak negara hanya mengandalkan intervensi non-farmasi.
 
"Untuk sekolah, ada opsi untuk membagi-bagi siswa ke dalam kelompok. Jika terjadi wabah, sekolah dapat ditutup atau aktivitas belajar mengajar dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan teknologi berbasis internet," sebut CDC.
 
Skema serupa disebut CDC dapat diterapkan untuk urusan bisnis. CDC mengimbau entitas bisnis di AS untuk melakukan pertemuan dari jarak jauh, atau jika diperlukan, membatalkan acara-acara yang melibatkan banyak orang dalam satu ruangan.
 
Berdasarkan data terbaru situs pemantau John Hopkins CSSE, jumlah kasus korona di AS mencapai 57 tanpa adanya kematian.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif