Niat Obama disampaikan kepada Kongres AS, Selasa (14/4/2015), setelah melewati ulasan panjang terkait Kuba sejak akhir tahun kemarin.
Anggota parlemen AS mempunyai waktu 45 hari untuk menolak rencana Obama. Jika tidak, maka rencana akan langsung dilakukan.
"Pemerintah Kuba tidak menyediakan dukungan apapun untuk terorisme internasional dalam kurun waktu enam bulan," tulis Obama pada Kongres AS, seperti diwartakan AFP.
Kuba mendeskripsikan rencana Obama sebagai sesuatu yang "cukup baik," karena menilai seharusnya sejak awal mereka tidak dimasukkan dalam daftar pendukung terorisme.
Jika Kuba benar-benar dicoret, maka negara tersisa dalam daftar itu adalah Iran, Sudan dan Suriah. Kuba masuk daftar pendukung terorisme di tahun 1982.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News