medcom.id, Dallas: Seorang perawat yang terjangkit Ebola di Dallas, Amerika Serikat, menerima transfusi plasma darah dari Kent Brantly, dokter yang berhasil selamat dari virus mematikan tersebut. Nina Pham tertular Ebola setelah merawat Thomas Eric Duncan, pasien asal Liberia.
Jeremy Blume, juru bicara grup medis Samaritan's Purse, mengonfirmasi transfusi darah berasal dari Brantly. Sebelumnya, Brantly sempat menjalani perawatan eksperimental ZMapp dan berhasil sembuh.
"Dia adalah dokter. Sudah tugas dia untuk membantu sesama," ucap Blume, seperti diwartakan AP, Senin (13/10/2014).
Ibunda Pham mengaku senang anaknya mendapat transfusi darah, yang diharapkan mampu menyelamatkan nyawanya. "Saya tidak tahu nama (pendonor), tapi dia adalah pria baik dan berdedikasi," tutur Pastor Jim Khoi mengutip perkataan ibu Pham.
Sejauh ini, Ebola telah menewaskan lebih dari 4.000 orang di Afrika Barat. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut wabah Ebola ini sebagai yang terburuk di era modern.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan