Kekuasaan Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditantang oleh pihak oposisi pimpinan Juan Guaido. (Foto: AFP).
Kekuasaan Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditantang oleh pihak oposisi pimpinan Juan Guaido. (Foto: AFP).

Peru Ajak Tiongkok dan Rusia Bahas Krisis Venezuela

Internasional konflik venezuela peru
Sonya Michaella • 04 Juli 2019 09:24
Lima: Menteri Luar Negeri Peru Nestor Popolizio telah mengirimkan undangan kepada Tiongkok, Rusia, Bolivia, Turki, Kuba dan puluhan negara lainnya untuk datang ke Lima guna membahas krisis Venezuela. Pertemuan ini direncanakan akan digelar 6 Agustus 2019.
 
Baca juga: Oposisi Venezuela Tolak Tawaran Berunding dari Maduro.
 
“Ini murni ide Peru dengan harapan agar mendorong dialog dan membangun dukungan untuk pemilihan baru di Venezuela,” kata Popolizio, dikutip dari AFP, Kamis 4 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun dalam pertemuan ini, Peru tidak mengundang perwakilan dari Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan oposisi Juan Guaido. Popolizo mengatakan, Peru tidak ingin menjadi tempat berseteru dua kubu.
 
“Kami tidak ingin mempolarisasi pertemuan itu. Kami hanya mengundang negara-negara yang telah menyatakan dukungan ke dua kubu,” ucap dia.
 
Perseteruan antara pemerintah dan oposisi makin memanas. Guaido, sebagai oposisi yang diakui Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat, menolak tawaran perundingan yang ditawarkan Maduro.
 
Guaido hanya bersedia berunding jika Maduro membicarakan kekuasaan yang berarti digelar pemilihan baru. Pasalnya, Guaido menganggap pemilihan umum lalu menunjukkan kecurangan dengan memenangkan Maduro kembali.
 
Sementara itu, Peru adalah rumah bagi lebih dari lima ribu pengungsi asal Venezuela. Sejak 2015, jutaan warga Venezuela kabur dari Caracas untuk mencari hidup yang lebih baik akibat terjadinya krisis ekonomi.
 
Selain Peru, ada Honduras, Ekuador dan Kolombia yang menjadi sejumlah negara tujuan mereka. Otoritas Peru menyebut sekitar 6.000 imigran Venezuela telah memasuki negaranya dari Ekuador sejak pekan kemarin. Angka tersebut tiga kali lebih tinggi dari rata-rata harian.
 
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar empat juta warga Venezuela telah melarikan diri ke beberapa negara sejak 2015.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif