Sekjen PBB Antonio Guterres di New York, AS, 4 Februari 2020. (Foto: AFP/ANGELA WEISS)
Sekjen PBB Antonio Guterres di New York, AS, 4 Februari 2020. (Foto: AFP/ANGELA WEISS)

Guterres: PBB Penjaga Aturan Konflik Palestina-Israel

Internasional palestina israel
Willy Haryono • 05 Februari 2020 10:52
New York: Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menekankan peran PBB sebagai penjaga aturan internasional dalam konflik Palestina Israel. Pernyataan disampaikan menjelang pemaparan rencana perdamaian konflik Palestina-Israel versi Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB (DK PBB).
 
Rencana perdamaian itu akan dipaparkan oleh Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump, pada Kamis mendatang.
 
"Posisi kami sudah sangat jelas. Kami adalah penjaga resolusi dan aturan internasional terkait isu Palestina," tutur Guterres dalam konferensi pers di markas PBB di New York, dikutip dari AFP, Rabu 5 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berkomitmen total terhadap Solusi Dua Negara," sambung dia, yang menekankan bahwa rencana perdamaian Palestina-Israel harus didasarkan pada garis perbatasan sebelum tahun 1967.
 
Solusi Dua Negara (Two-State Solution) merupakan usulan solusi damai konflik Palestina-Israel yang didukung sebagian besar negara anggota PBB. Lewat skema ini, nantinya Yerusalem dibagi dua untuk Palestina dan juga Israel.
 
Namun dalam rencana perdamaian versi Trump, AS mengakui Yerusalem sebagai "ibu kota sepenuhnya" milik Israel. Trump menyebut nantinya Palestina boleh mendeklarasikan ibu kota di dalam Yerusalem yang dikuasai Israel.
 
Palestina mengecam keras rencana perdamaian tersebut. Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengajak warganya dan juga seluruh komunitas global untuk bersama-sama membuang rencana perdamaian versi Trump ke "tempat sampah sejarah."
 
Sebelumnya, Duta Besar Belgia Marc Pecsteen de Buytswerve, yang saat ini memegang keketuaan DK PBB, berharap dapat menerima permintaan resmi dari Palestina untuk pertemuan terkait rencana perdamaian Trump.
 
Pertemuan dimungkinan terjadi pada 11 Februari mendatang, saat Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengunjungi PBB.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif