Orang Kepercayaan Castro Menuju Kursi Kepresidenan Kuba
Miguel Mario Diaz-Canel Bermudez (kanan) bersama Presiden Raul Castro di Havana, 14 Juli 2017. (Foto: AFP/JORGE BELTRAN)
Havana: Raul Castro melakukan perjalanan dengan mobil sedan mewah. Sekelompok pengawal melindunginya, dengan pistol di balik masing-masing kemeja. Presiden Kuba berusia 86 tahun itu sering tiba di acara-acara resmi sesaat sebelum dimulai. Orang-orang yang melihatnya akan berdiri dan bertepuk tangan.

Gaya berbeda terlihat pada 11 Maret lalu, ketika kerumunan wartawan, warga sipil dan aparat, menanti di sebuah tempat pemungutan suara di pusat kota Santa Clara. Mereka semua menunggu Miguel Mario Diaz-Canel Bermudez, pejabat Partai Komunis yang diperkirakan akan mengambil alih posisi Castro sebagai Presiden baru Kuba pekan ini.

Beberapa jam berselang, kerumunan orang itu bergerak. Seorang lelaki berpostur tinggi dengan kemeja putih berjalan bersama istrinya. Hanya ada sedikit pengawal yang mendampinginya menuju tempat pemungutan suara. Diaz-Canel kemudian bersalaman dengan beberapa pemilih, kemudian ikut mengantre giliran memilih.


"Kita membangun hubungan antara pemerintah dan masyarakat di sini," ucap Diaz-Canel usai memberikan suaranya 

"Kehidupan orang-orang yang akan dipilih rakyat harus difokuskan pada hubungan dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, menyelidiki masalah mereka," lanjut dia, seperti dilansir Associated Press, Selasa 17 April 2018.

Non-Castro

Diaz-Canel kemudian pergi ke Havana, mengakhiri sedikit teater politik yang dirancangnya dengan rapi untuk mengirim satu pesan utama: Presiden baru Kuba akan segera datang.

Castro sudah berjanji untuk mengundurkan diri pada Kamis kemarin, dan menyerahkan jabatan Diaz-Canel yang ditunjuk sebagai wakil presiden pertamanya pada 2013.

Berusia 58 tahun, Diaz-Canel akan menjadi presiden non-Castro pertama yang memegang jabatan pemerintahan tertinggi di Kuba sejak revolusi 1959. 

Dia akan menghadapi tantangan ekonomi yang stagnan, buruknya infrastruktur, sikap kurang bersahabat dari Amerika Serikat, dan kekecewaan atas minimnya gaji bagi pegawai negeri sipil.

Meski mundur dari jabatan presiden, Raul akan tetap menjadi sekretaris jenderal Partai Komunis Kuba, posisi yang sebenarnya lebih kuat dari Diaz-Chanel.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id