"Ia bisa mengubah pandangannya hanya dalam beberapa jam," kata PM Mahathir di sela-sela kehadirannya di Sidang Majelis Umum PBB, dikutip dari Strait Times, Kamis 27 September 2018.
"Berurusan dengan orang yang tidak konsisten adalah masalah besar," lanjut dia.
Mahathir bahkan mengatakan bahwa AS harus belajar banyak dari Tiongkok jika memang ingin mendapatkan tempat di Asia.
"Tiongkok sudah ada selama empat ribu tahun lamanya. Kita harus belajar hidup dari Tiongkok," tutur dia.
Mahathir tiba di New York, semalam, bersama istrinya, Tun Siti Hasmah Mohd Ali. Sebelum ke New York, Mahathir terlebih dahulu melakukan kunjungan kerja ke Inggris.
Mahathir akan menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB pada Jumat 28 September 2018, waktu setempat.
Di New York, Mahathir dijadwalkan akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May, Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Sri Lanka Maiththripala Sirisena.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News