Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP).
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP).

Trump Akan Terima Informasi Asing Untuk Pilpres 2020

Internasional pemilu amerika
Marcheilla Ariesta • 13 Juni 2019 16:53
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan terbuka pada informasi dari negara asing dalam pemilihan presiden 2020 mendatang. Langkah ini guna untuk merusak lawan politik.
 
Pernyataan ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan ABC News pada Rabu, 12 Juni 2019.
 
"Saya pikir Anda mungkin ingin mendengarkan, tidak ada yang salah dengan mendengarkan," kata Trump, dilansir dari Aljazeera, Kamis, 13 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika seseorang menelepon dari suatu negara, misalnya Norwegia, 'kami memiliki informasi mengenai lawan Anda', oh saya pikir saya ingin mendengarnya," imbuh Trump.
 
Bagi Trump, hal tersebut bukan gangguan. Menurut dia, jika orang lain menerima informasi, dia dengan senang hati mendengarkannya.
 
Putra Trump, Donald Trump Jr. diperiksa oleh komite Senat AS pada Rabu kemarin. Dia ditanya mengenai pertemuan Juni 2016 di Trump Tower, New York.
 
Dalam pertemuan itu, seorang pengacara Rusia konon menawarkan informasi yang merusak Hillary Clinton, lawan Trump dalam pemilihan presiden 2016 dari Partai Demokrat. Clinton dituding memakai surat elektronik pribadi saat menjabat sebagai menteri luar negeri beberapa waktu lalu.
 
Kontak tim Trump dengan Rusia selama kampanye kepresidenan tahun 2016 silam telah mengarah pada penyelidikan awal FBI atas transaksi semacam itu, yang membawa penyelidikan penasihat khusus Robert Mueller pada kemungkinan adanya kolusi dan menghalangi keadilan, serta beberapa upaya serupa yang sedang berlangsung di Kongres.
 
Masalah Rusia ini telah membayangi masa kepresidenan Trump selama dua tahun terakhir, dan pernyataan terbaru Trump seolah menyarankan bahwa tidak ada yang salah dengan seorang kandidat menerima bantuan dari pihak asing.
 
Laporan Mueller tentang investigasinya menyatakan bahwa meski tidak ada cukup bukti untuk menuntut Trump dengan konspirasi kriminal, presiden berusia 72 tahun itu cukup senang mendapat manfaat dari trik kotor Rusia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif