AS perketat cengkraman ekonomi ke Venezuela, terutama Presiden Nicolas Maduro. Foto: AFP
AS perketat cengkraman ekonomi ke Venezuela, terutama Presiden Nicolas Maduro. Foto: AFP

Terkait Venezuela, Enam Kapal Tanker Minyak Masuk Daftar Hitam AS

Internasional venezuela as-venezuela
Arpan Rahman • 04 Desember 2019 18:15
Washington: Pemerintahan Donald Trump terus memperketat cengkeraman ekonominya di Venezuela, Selasa. Amerika Serikat (AS) memasukkan enam kapal tanker ke dalam daftar hitam yang digunakan Presiden Nicolas Maduro untuk mengirim minyak ke Kuba guna menghindari sanksi.
 
Kementerian Keuangan AS mengatakan Selasa pihaknya telah menunjuk enam kapal perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Venezuela, Petroleos de Venezuela sebagai ‘properti yang diblokir’. Ini bagian dari upaya AS memberi tekanan pada Maduro yang dimusuhi.
 
"Kuba dan mantan rezim Maduro terus berusaha menghindari sanksi dengan mengubah nama kapal dan memfasilitasi pergerakan minyak dari Venezuela ke Kuba," kata Wakil Menteri Keuangan Justin Muzinich dalam sebuah pernyataan. "Amerika Serikat akan terus mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi rakyat Venezuela," cetusnya, dinukil dari UPI, Rabu 4 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenkeu AS mengatakan secara khusus menargetkan metode di mana Venezuela mengangkut minyak ke Kuba yang menerima imbalan keamanan dan intelijen. Kemenkeu AS juga mengidentifikasi kapal lain bernama Esperanza dari Caroil Transport Marine yang sebelumnya masuk daftar hitam dengan nama Nedas pada April.
 
Langkah ini melarang warga AS melakukan transaksi dalam bentuk apa pun dengan kapal yang masuk daftar hitam.
 
Pekan lalu, Elliott Abrams, perwakilan khusus AS untuk Venezuela, mengatakan kepada wartawan bahwa Maduro mengirim sekitar USD900 juta atau Rp12,7 triliun minyak ke Kuba tahun ini alih-alih menggunakan dana untuk memerangi krisis ekonomi yang sedang berlangsung di dalam negeri.
 
Dia katakan rezim memiliki uang tetapi memilih untuk melunasi hutang dan membeli peralatan militer daripada makanan atau obat-obatan. Abrams mengatakan AS ingin rezim dikenakan sanksi untuk berkinerja lebih baik dan sedang mencari cara untuk memperkuat mereka.
 
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada Selasa bahwa kapal-kapal tersebut dimasukkan daftar hitam untuk menghentikan rezim Kuba dan Maduro dari upaya menghindari sanksi.
 
"Sementara rakyat Venezuela terus turun ke jalan menuntut layanan dasar dan kembali ke kebebasan dan kemakmuran, Maduro memilih berbelanja sumber daya alam yang penting bagi Kuba dengan imbalan jasa keamanan dan intelijen Kuba yang mempertahankan pengaruhnya di Venezuela," Pompeo berkata dalam sebuah pernyataan.
 
"Kuba terus menopang Nicolas Maduro, menumbangkan hak rakyat Venezuela untuk menentukan nasib sendiri dan melemahkan institusi Venezuela," pungkasnya.
 
Sejak pemilihan ulang 2018 kepresidenan Maduro dianggap tidak sah awal tahun ini. AS, bersama dengan lebih dari 55 negara, telah mendukung pemimpin oposisi Juan Guido untuk memimpin negara tersebut.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif