Bill dan Denise Richard kehilangan putranya yang berusia 8 tahun, yang tewas dalam pengeboman. Martin merupakan salah satu dari tiga orang tewas dalam ledakan 5 April 2013 lalu, ketika mereka menonton lomba lari maraton Boston.
"Kami mendukung bila Departemen Kehakiman memutuskan tidak menuntut hukuman mati dan sebagai gantinya, terdakwa menghabiskan sisa hidupnya di penjara tanpa kemungkinan bebas lebih cepat dan melepaskan haknya untuk naik banding," tulis kedua orangtua itu, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu (18/4/2015).
Selain Martin, putri pasangan itu yang bernama Jane, kehilangan satu kaki dalam ledakan. Saat kejadian berlangsung, Jane baru berusia 7 tahun. Sementara Bill dan Denise dua-duanya menderita luka.
"Kami sangat paham dengan kekejaman dan kebrutalan aksi kriminal yang ia lakukan. Kami ada di sana. Kami mengalaminya. Terdakwa membunuh putra kami, menyebabkan putri kami cacat, dan mencuri sebagian jiwa kami. Kami mengerti pemerintah memiliki alasannya untuk menuntut hukuman mati, tapi pengajuan hukuman tersebut dapat mendatangkan proses banding bertahun-tahun dan akan memperpanjang waktu di mana mereka harus mengingat hari yang paling menyakitkan dalam hidup kami," imbuh mereka.
Bagi keluarga ini, mereka tidak ingin lagi Tsarnaev menjadi pusat perhatian media. Tidak tersorotnya Tsarnaev bisa membuat mereka mulai membangun kembali kehidupan keluarganya.
Keluarga Richard tidak pernah menyebut Tsarnaev dengan namanya, hanya menyebut ia sebagai 'terdakwa' dan menekankan bahwa mereka tidak berbicara mewakili keluarga korban yang lain.
Jaksa Boston Carmen Ortiz mengatakan, ia mengetahui posisi keluarga Richards, tapi dirinya tidak dapat berkomentar secara spesifik.
"Saya sudah mengatakan kepada Bill dan Denise, saya peduli dengan pandangan mereka dan pandangan keluarga-keluarga korban lain," kata Ortiz.
Walikota Boston Marty Walsh mengaku dirinya menghargai sudut pandang keluarga Martin. Walsh sendiri merupakan salah satu kerabat keluarga Martin.
Bukan hanya keluarga Martin yang menolak hukuman mati Tsarnaev. Jennifer Lemmerman, saudara perempuan Sean Collier, polisi Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang tewas dibunuh Tsarnaev dan kakaknya beberapa hari setelah pemboman, juga telah angkat bicara menentang hukuman mati dalam halaman Facebook. Namun banyak keluarga korban-korban lainnya yang mendukung hukuman mati.
Persidangan yang akan memutuskan hukuman bagi Tsarnaev akan mulai berlangsung, Selasa (21/4/2015) sehari setelah berlangsungnya maraton Boston tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News