Seorang tentara Amerika Serikat (AS) di lokasi penembakan pelabuhan Pearl Harbor, Hawaii. Foto: AFP
Seorang tentara Amerika Serikat (AS) di lokasi penembakan pelabuhan Pearl Harbor, Hawaii. Foto: AFP

Dua Korban Luka dalam Penembakan Pearl Harbor Meninggal

Internasional penembakan as
Fajar Nugraha • 05 Desember 2019 14:07
Hawaii: Korban terluka dalam insiden penembakan di pangkalan militer Amerika Serikat (AS) Pearl Harbor, Hawaii, dilaporkan meninggal. Dua dari korban yang terluka tidak bisa diselamatkan lagi karena luka tembak parah.
 
Penembakan ini dilakukan oleh seorang pelaut AS yang melepaskan tembakan ke galangan kapal Angkatan Laut AS di Pearl Harbor, pada Rabu, 4 Desember 2019. Pelaut itu pun menembak dirinya sendiri, usai melepaskan tembakan yang juga melukai seperti pekerja galangan kapal.
 
Kini, pangkalan itu ditutup selama lebih dari satu jam setelah penembakan. Sementara para pejabat Angkatan Laut mengatakan mereka sedang menyelidiki apa yang mendorong serangan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya dapat mengonfirmasi bahwa ada tiga korban penembakan. Kami telah mengkonfirmasi bahwa dua telah meninggal, satu dalam kondisi stabil di rumah sakit setempat," kata Laksamana Muda Robert Chadwick, seperti dikutip AFP, Kamis, 5 Desember 2019.
 
“Untuk sementara, penembak diidentifikasi sebagai seorang pelaut yang ditugaskan ke USS Columbia, kapal selam serangan kelas Los Angeles. Dia juga meninggal akibat luka tembak yang ditimbulkan oleh diri sendiri,” jelas Chadwick.
 
Seorang saksi mengatakan kepada media setempat bahwa dia sedang duduk di depan komputernya ketika dia mendengar suara tembakan dan bergegas ke jendela, di mana dia melihat tiga korban di tanah.
 
Saksi, yang tidak ingin diidentifikasi, mengatakan dia kemudian melihat pria bersenjata, yang mengenakan seragam pelaut menembak kepalanya sendiri.
 
Juru Bicara Gedung Putih Hogan Gidley mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah diberitahu tentang penembakan itu dan sedang memantau situasi.
 
Gubernur Hawaii David Ige menulis Tweet bahwa "Gedung Putih telah menjangkau untuk menawarkan bantuan dari agen-agen federal, dan negara siap membantu jika diperlukan."
 
"Saya bersama dengan solidaritas dengan orang-orang Hawaii ketika kami menyatakan kesedihan atas tragedi ini dan kepedulian terhadap mereka yang terkena dampak penembakan," tulis Ige.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif