Pengadilan Kehakiman MA (TSJ) mengatakan telah menghapus bagian-bagian tertentu dari putusan yang mengambil alih kekuasaan legislatif Majelis Nasional. Pengumuman itu keluar setelah para tokoh mendesak MA meninjau keputusan tersebut di tengah gelombang unjuk rasa.
Dilansir UPI, Sabtu 1 April 2017, pengadilan mengeluarkan putusan sepanjang 20.000 kata pada Rabu. Isinya menyatakan bahwa TSJ atau MA mengambil alih tugas dinas Majelis Nasional.
Pada Jumat 31 Maret, Jaksa Agung Venezuela Luisa Ortega menyatakan "keprihatinan besar" tentang langkah tersebut, yang katanya melanggar konstitusi.
Wakil Presiden Tareck El Aissami juga memohon MA untuk memeriksa putusan yang dipandang oleh sebagian orang sebagai "kudeta."
"Kami mendesak MA untuk meninjau keputusan demi menjaga stabilitas kelembagaan dan keseimbangan kekuasaan," kata El Aissami.
Presiden Nicolas Maduro menjanjikan dialog untuk mengakhiri masalah ini. Ia muncul di televisi nasional dan mengumumkan kesepakatan telah dicapai.
"Kami sudah mencapai kesepakatan penting untuk memecahkan kontroversi ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News