NEWSTICKER
Menlu AS Mike Pompeo saat memberikan keterangan di Washington, 25 Februari 2020. (Foto: AFP/Getty/ALEX WONG)
Menlu AS Mike Pompeo saat memberikan keterangan di Washington, 25 Februari 2020. (Foto: AFP/Getty/ALEX WONG)

AS Minta Afghanistan Tidak Kacaukan Gencatan Senjata Taliban

Internasional amerika serikat taliban afghanistan
Willy Haryono • 26 Februari 2020 08:25
Washington: Amerika Serikat kembali menyuarakan optimisme mengenai penandatanganan perjanjian damai dengan Taliban, yang diharapkan dalam mengakhiri konflik berkepanjangan di Afghanistan. Untuk menuju perjanjian damai pada 29 Februari, AS dan Taliban terlebih dahulu menyepakati penurunan kekerasan selama sepekan.
 
Empat hari berjalan sejak penurunan kekerasan diterapkan, jumlah serangan Taliban di Afghanistan menurun drastis. AS meminta semua pihak, terutama kubu oposisi di Afghanistan, untuk tidak mengganggu jalannya gencatan senjata.
 
"Sejauh ini, penurunan kekerasan berjalan baik. Memang tidak sempurna, tapi tetap berjalan baik," ucap Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam konferensi pers di Washington.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedikit lagi kita akan mencapai akhir dari kesempatan politik yang sangat, sangat besar," lanjutnya, dilansir dari laman AFP, Selasa 25 Februari 2020.
 
Inti dari perjanjian damai pada 29 Februari di Qatar adalah penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Sebagai gantinya, Taliban akan menjamin sektor keamanan di seantero Afghanistan.
 
Usai penandatanganan perjanjian damai, Taliban juga dijadwalkan bernegosiasi langsung dengan Pemerintah Afghanistan. Selama ini, Taliban menolak melakukan hal tersebut dan hanya mau berdiskusi dengan AS.
 
Mengenai perjanjian damai ini, AS terlihat lebih khawatir terhadap Afghanistan. Ini dikarenakan politik internal Afghanistan sedang berseteru setelah berlangsungnya pemilihan umum yang dipenuhi klaim kecurangan.
 
Pekan kemarin, presiden petahan Afghanistan Ashraf Ghani dinyatakan menang oleh komisi elektoral. Namun rivalnya, Abdullah Abdullah, menolak pengumuman hasil tersebut dan berjanji akan membentuk pemerintahan tandingan.
 
AS tidak mengucapkan selamat kepada Ghani atas kemenangannya dalam pemilu. Ucapan selamat untuk Ghani datang dari Uni Eropa dan juga India.
 
Kementerian Luar Negeri AS hanya mengatakan bahwa Washington "mengetahui" hasil pemilu di Afghanistan tanpa berkomentar lebih jauh ini. Sementara Ghani sepakat untuk menunda pelantikannya ke periode kedua yang dijadwalkan berlangsung Kamis mendatang.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif