Prajurit AS membersihkan puing-puing di pangkalan militer Ain al-Asad di Irak, 13 Januari 2020. (Foto: Ayman Henna/AFP via Getty Images)
Prajurit AS membersihkan puing-puing di pangkalan militer Ain al-Asad di Irak, 13 Januari 2020. (Foto: Ayman Henna/AFP via Getty Images)

Jumlah Prajurit AS yang Terluka Diserang Iran Jadi 110

Internasional as-iran
Willy Haryono • 22 Februari 2020 17:03
Washington: Jumlah prajurit Amerika Serikat yang mengalami gegar otak ringan dalam serangan misil Iran di pangkalan militer di Irak telah bertambah menjadi 110 orang. Pengumuman terbaru disampaikan Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon pada Jumat 21 Februari.
 
Dikutip dari Al Arabiya, data terbaru satu angka lebih tinggi dari informasi Pentagon sebelumnya yang diumumkan pada 10 Februari.
 
Seperti pernyataan sebelumnya, Pentagon mengatakan semua korban luka hanya mengalami gegar otak ringan. Dari total 110 orang, 77 di antaranya sudah kembali bertugas seperti biasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara 35 lainnya telah ditransfer ke Jerman untuk menjalani evakuasi lebih lanjut. Dari 35 orang, 25 telah dipulangkan ke AS.
 
Presiden AS Donald Trump awalnya mengatakan tidak ada satu pun prajurit AS yang terluka dalam serangan Iran di pangkalan Ain al-Asad di Irak barat pada 7-8 Februari. Beberapa saat usai pernyataan Trump, otoritas AS melaporkan adanya belasan prajurit yang terluka.
 
Iran meluncurkan belasan misil balistik ke Ain al-Asad sebagai balasan atas kematian jenderal Qassem Soleimani. AS membunuh Soleimani lewat serangan udara di dekat bandara Baghdad pada 3 Januari.
 
Sejumlah pihak menilai Trump berusaha menurunkan ketegangan dan menghindari perang terbuka dengan mengklaim tidak adanya korban dalam serangan balasan Irak. Setelah muncul laporan bahwa sejumlah prajurit AS terluka, Trump menyebut mereka bukan mengalami gegar otak, melainkan hanya "sakit kepala" yang tidak terlalu serius.
 
"Kami berterima kasih kepada para staf medis profesional yang telah merawat semua prajurit. Hampir 70 persen dari pasien sudah dibolehkan kembali bertugas," ucap sekretaris pers Pentagon, Alyssa Farah.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif