Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. (Foto: AFP/SITE)
Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. (Foto: AFP/SITE)

Pemimpin ISIS al-Baghdadi Diyakini Tewas dalam Operasi AS

Internasional isis
Arpan Rahman • 27 Oktober 2019 13:21
Washington: Pemimpin kelompok militan Islamic State (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi diyakini telah tewas dalam sebuah operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat di Suriah bagian barat laut pada Sabtu 26 Oktober.
 
Kabar disampaikan seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan AS dan satu sumber kepada kantor berita CNN. Kedua sumber itu mengatakan proses konfirmasi final identitas Baghdadi masih berlangsung dengan melalui tes DNA dan biometrik.
 
Masih dari laporan sumber Kemenhan AS, Baghdadi diyakini tewas usai meledakkan sebuah jaket bom bunuh diri saat penyerbuan berlangsung. Penyerbuan dilakukan oleh komando operasi khusus AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Badan Intelijen Pusat AS atau CIA disebut-sebut juga membantu jalannya operasi dengan mendeteksi keberadaan Baghdadi. Newsweek adalah media yang pertama kali melaporkan bahwa Baghdadi diyakini telah tewas di Suriah.
 
Wakil juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley mengatakan Presiden Donald Trump berencana melakukan pengumuman besar terkait isu luar negeri hari ini, Minggu 27 Oktober 2019, pukul 09.00 pagi waktu setempat.
 
Sebelumnya via Twitter, Trump menuliskan bahwa "sesuatu yang besar baru saja terjadi."
 
Baghdadi, pemimpin ISIS, telah bersembunyi sejak lima tahun terakhir. April lalu, sebuah video yang dirilis sayap media ISIS al-Furqan memperlihatkan seorang pria yang disebut-sebut sebagai Baghdadi. Itu adalah kali pertama Baghdadi terlihat sejak Juli 2014, saat dirinya berbicara di sebuah masjid di Mosul, Irak.
 
Februari 2018, beberapa pejabat AS mengatakan bahwa Baghdadi terluka dalam sebuah serangan udara pada Mei 2017. Ia disebut-sebut harus beristirahat dari jabatannya sebagai kepala ISIS selama lima bulan.
 
Sejak 2010, Baghdadi telah menjadi pemimpin Islamic State of Irak (ISI). Tiga tahun setelahnya, Baghdadi mengubah nama grupnya menjadi Islamic State in Iraq and the Levant (ISIS/ISIL).
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif