AS Tambah Bantuan ke Yordania Sebesar Rp13,6 T
Menlu AS Rex Tillerson di Kemenlu AS, Washington, 30 Januari 2018. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)
Amman: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pernah menyatakan tidak setuju dengan kebijakan AS yang selalu memberikan bantuan dalam jumlah besar ke negara-negara di Timur Tengah. Namun, pemerintah AS malah mengumumkan akan meningkatkan bantuan ke Yordania selama lima tahun ke depan.

Terlepas dari ancaman berulang Trump mengurangi bantuan kepada negara-negara tersebut, Menteri Luar (Menlu) Negeri AS Rex Tillerson dan Menlu Yordania Ayman al-Safadi menandatangani paket penambahan bantuan tersebut.

Dilansir dari Washington Post, Rabu 14 Februari 2018, bantuan sebesar USD1 miliar ini meningkat hingga 27 persen dari bantuan sebelumnya.


"Bantuan ini sinyal ke seluruh dunia mengenai kemitraan AS dan Yordania tidak pernah lebih kuat dari sekarang," kata Tillerson.

Kendati demikian, dalam nota kesepahaman tertulis AS akan memberikan bantuan itu setiap tahun selama lima tahun. Baik Tillerson maupun al-Safadi mengakui ketidaksepakatan tersebut, namun dia mengatakan tujuan akhir kedua negara tetap sama.

"Kami memiliki pandangan berbeda mengenai Yerusalem, namun kami tetap berkomitmen terhadap perdamaian," tutur al-Safadi.

Yordania merupakan mitra AS yang paling kritis di Timur Tengah. Mereka menentang dan mengutuk kebijakan Washington yang memilih mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Selain itu, mereka juga mengkritik habis-habisan saat Negeri Paman Sam memotong bantuan untuk Palestina.



(AGA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id