Ancaman itu berisi peringatan agar Presiden Obrador menghentikan tindakan kerasnya terhadap pencurian bahan bakar.
Sejak menjabat pada Desember, Lopez Obrador telah mengobarkan perang terhadap pencurian yang merajalela dari jaringan pipa perusahaan minyak Pemex. Pencurian besar-besaran yang melibatkan kartel obat-obatan terlarang dan pejabat korup itu menyebabkan Meksiko menderita kerugian sekitar USD3 miliar pada 2017.
Pesan ancaman itu, ditulis di dekat kilang Salamanca di negara bagian Guanajuato. Pesan berisi memperingatkan pemimpin Presiden Obrador untuk menarik pasukan dan pasukan keamanan lainnya.
"Kalau tidak, Kami akan mulai membunuh mereka, bersama dengan orang-orang yang tidak bersalah," kata pesan itu, ditandatangani oleh sebuah kelompok yang menamakan dirinya Puro Cartel Santa Rosa de Lima, seperti dikutip AFP, Jumat, 1 Februari 2019.
Tidak hanya ancaman, pesan juga disertai dengan apa yang tampak sebagai bom yang tertinggal di dalam truk di luar kilang. Namun, pejabat kemudian mengatakan paket itu, yang memiliki cahaya kecil dan banyak kabel putih, adalah palsu.
“Ancaman palsu,” kata Lopez Obrador pada konferensi pers hariannya.
"Tidak ada bahan peledak di truk pickup yang ditinggalkan," kata Juru Bicara kepresidenan Jesus Ramirez kepada wartawan.
"Jelas ini terhubung dengan operasi pencurian bahan bakar,” imbuh Ramirez.
Pesan itu juga menyerukan pembebasan tersangka yang baru-baru ini ditangkap sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah.
Lopez Obrador, seorang pejuang antikemapanan, terkenal membubarkan pengawal presiden ketika ia menjabat. Analis keamanan telah memperingatkan keselamatannya bisa beresiko. Respons standar presiden adalah, "Rakyat akan melindungi saya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News