Farah Ibrahim, wanita Muslim berdarah Palestina Amerika, keluar usai mendapat perawatan di salon Le Jemalik, New York. (Foto: Reuters/Gabriela Bhashkar)
Farah Ibrahim, wanita Muslim berdarah Palestina Amerika, keluar usai mendapat perawatan di salon Le Jemalik, New York. (Foto: Reuters/Gabriela Bhashkar)

Di Salon Brooklyn, Perempuan Muslim-Amerika Berhias untuk Idul Fitri

Arpan Rahman • 24 Juni 2017 22:23
medcom.id, New York: Nevien Shehadeh, 19, adalah satu dari banyak perempuan Muslim yang memilih Le'Jemalik Salon and Boutique di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Jumat 23 Juni 2017, untuk persiapan Idul Fitri.
 
Salon kecantikan tersebut, yang dirancang pemilik Huda Quhshi, melayani sebagian besar wanita Muslim. Salon itu dibuka pada Januari lalu di pemukiman Bay Ridge, Brooklyn.
 
"Sebenarnya saya baru mulai memakai jilbab satu tahun lalu," kata Shehadeh, sarjana matematika dan ekonomi di Fordham University di New York.

"Saya selalu ingin, tapi saya belum siap, sebenarnya saat Ramadan tahun lalu, satu pekan sebelum Idul Fitri, saya merasa harus memakai jilbab," ucapnya, seperti dilansir Reuters, Sabtu 24 Juni 2017.
 
Shehadeh, warga Palestina-Amerika, datang bersama dua saudaranya, Shireen, 26, dan Nisrien, 18, dan bibinya, Najah, 37. Mereka mengenang pertemuan dengan Quhshi dua tahun lalu, ketika pengusaha kecantikan itu dipekerjakan untuk merias di sebuah pernikahan keluarga.
 
Quhshi, 37, berkata bahwa sebagai orang Yaman-Amerika yang norma budayanya sering melarang wanita bekerja, dirinya sempat berpikir ruang dimana Muslim konservatif dapat menerima layanan kecantikan tidak mungkin bisa dibuat.
 
Antara Rabu kemarin hingga Jumat 23 Juni 2017, Quhshi menerima 48 pelanggan untuk persiapan Idul Fitri.
 
"Kebanyakan salon tidak semua (staf dan pelanggannya) wanita," kata Shehadeh, yang berencana merayakan Idul Fitri di pantai Staten Island bersama keluarganya pada Minggu 25 Juni 2017. "Di sini kita merasa nyaman, kita tidak paranoid ada orang (pria) datang," cetusnya.
 
Di Salon Brooklyn, Perempuan Muslim-Amerika Berhias untuk Idul Fitri
Seorang wanita di salon Le Jemalik. (Foto: Reuters)
 
Sekitar 3,3 juta Muslim tinggal di Amerika Serikat (AS), menurut data Pew Research Center. Banyak di antara mereka akan merayakan Idul Fitri, satu dari dua perayaan terpenting dalam kalender Islam.
 
"Awal Ramadan benar-benar sepi, sangat lambat, sampai selesai mendekati bulan Ramadhan," kata Quhshi.
 
"Lalu, tiba-tiba, kami mendapat banyak pesanan, sehingga kami terpaksa harus menolak beberapa pelanggan," ujarnya.
 
Di salon, pengunjung diajak duduk di sofa berwarna yang dihiasi permata.
 
Beberapa rambut dipotong dan diwarnai. Yang lainnya dirias atau dengan hijab yang ditata oleh Quhshi dan enam stafnya. Sebuah stasiun pedikur beroperasi sebagai surga henna.
 
Shehadeh mengagumi potongan rambut dan pantulannya di cermin hiasan.
 
"Kami di sini berhias untuk lebaran. Walau kami tidak menunjukkan rambut kami, rasanya asyik bisa merawatnya untuk diri sendiri," kata Shehadeh.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan