Korban diidentifikasi sebagai Alex Pretti, 37, seorang perawat lokal yang menjadi warga sipil kedua yang tewas di tangan agen federal dalam bulan ini.
Insiden ini memicu bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat. Pihak berwenang bahkan harus mengerahkan gas air mata untuk membubarkan massa yang memprotes operasi besar-besaran oleh petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di kota tersebut.
Kronologi
Ketegangan di Minneapolis sudah meningkat sejak pemerintahan Trump mengerahkan 2.000 agen federal pada 6 Januari lalu. Operasi ini diluncurkan sebagai respons terhadap perintah deportasi bagi imigran di Minneapolis. Situasi kian memanas setelah penembakan fatal warga negara AS, Renee Nicole Good, pada 8 Januari silam.
Dalam insiden terbaru, sebuah video yang diverifikasi BBC memperlihatkan detik-detik para agen mengepung dan menjatuhkan Pretti ke tanah di Nicollet Avenue. Dalam rekaman tersebut, seorang agen tampak memukul Pretti beberapa kali sebelum suara tembakan terdengar dan korban tersungkur.
Korban memiliki senpi
Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), Tricia McLaughlin, menyebut seorang pria mendekati petugas dengan pistol semi-otomatis 9mm.
"Para petugas mencoba melucuti senjata tersangka, tetapi tersangka yang bersenjata itu melawan dengan keras," ujar McLaughlin. "Karena mengkhawatirkan nyawanya dan nyawa serta keselamatan sesama petugas, seorang agen melepaskan tembakan pertahanan."
Polisi setempat mendeskripsikan Pretti sebagai pemilik senjata api yang sah dan tidak memiliki catatan kriminal selain pelanggaran parkir.
| Baca juga: Charlie Kirk, Influencer Pro-Trump Ditembak Mati saat Pidato |
Donald Trump bela tindakan agen federal
Presiden Donald Trump menanggapi insiden ini dengan membela tindakan para agen. Melalui media sosial, ia mengunggah foto senjata yang diklaim milik Pretti dan mempertanyakan peran polisi lokal.
"Walikota dan Gubernur memanggil mereka (polisi lokal)? Disebutkan bahwa banyak dari polisi ini tidak diizinkan melakukan tugasnya, sehingga ICE harus melindungi diri mereka sendiri - bukan hal yang mudah dilakukan!" tulis Trump.
Tanpa memberikan bukti, Trump juga menuduh pejabat lokal melakukan penutupan fakta dan menyebut retorika mereka sebagai "hasutan pemberontakan". Situasi di Minneapolis hingga kini dilaporkan masih sangat volatil dengan penjagaan ketat di berbagai sudut kota.
Pejabat Minnesota dan Minneapolis kecam operasi ICE
Gubernur Minnesota, Tim Walz, secara tegas menuntut agar pihak negara bagian memimpin penyelidikan. Sementara itu, Walikota Minneapolis, Jacob Frey, menyebut operasi ini bukan menciptakan keamanan, melainkan sebuah "invasi" oleh agen bermasker yang merasa kebal hukum.
"Letakkan Minneapolis, letakkan Amerika sebagai prioritas. Ambil tindakan sekarang dan tarik para agen federal ini," tegas Frey kepada Presiden Donald Trump.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News