Presiden Bolivia Evo Morales mengundurkan diri pada 10 November 2019. (Foto: AFP)
Presiden Bolivia Evo Morales mengundurkan diri pada 10 November 2019. (Foto: AFP)

Evo Morales Ingin Pulang ke Bolivia

Internasional bolivia
Willy Haryono • 17 November 2019 18:12
Mexico City: Mantan Presiden Bolivia Evo Morales ingin pulang ke negaranya dan menyelesaikan masa jabatan terakhirnya sebagai kepala negara. Pernyataan disampaikan Morales dalam wawancara bersama Al Jazeera di Mexico City, Meksiko.
 
Morales berada di Meksiko usai mengundurkan diri tepat sepekan lalu, di tengah gelombang unjuk rasa yang memprotes hasil pemilihan umum di bulan Oktober. Morales memohon suaka ke Meksiko, dan permohonannya itu dikabulkan.
 
"Saya tidak bisa terus berada di luar negara saya. Saya terbiasa bersama rakyat sebagai pemimpin serikat, sebagai presiden, untuk terus bekerja," ujar Morales dalam situs Al Jazeera, Minggu 17 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sangat merindukan (Bolivia). Saya mencari cara rsmi untuk bisa pulang dan berdiri bersama rakyat untuk menetang kudeta dan kediktatoran," sambung dia.
 
Presiden pertama dari suku pribumi Bolivia, Morales terus mendapat tekanan usai mengklaim sebagai pemenang pemilu Oktober lalu. Kubu oposisi menuduh Morales berbuat curang dan berusaha merusak demokrasi.
 
Saat ditanya jika suatu saat nanti bisa pulang, Morales mengaku tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden. Namun ia berkukuh ingin menyelesaikan masa jabatan tersisanya sebagai presiden.
 
"Saya tidak tahu mengapa mereka bisa begitu takut pada Evo. Mereka tidak mau saya berpartisipasi dalam pemilu? Baiklah, tidak apa-apa, demi demokrasi. Saya tidak akan mencalonkan diri, tapi tolong biarkan saya menyelesaikan masa jabatan tersisa," ungkap Morales.
 
Selasa kemarin, senator wanita Jeanine Anez mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Bolivia. Anez membantah pihaknya melakukan kudeta, dan mengatakan bahwa Morales tidak terusir dari Bolivia akibat tekanan militer.
 
"Evo Morales pergi atas keinginannya sendiri. Tidak ada yang mengusir dia," tutur Anez dalam sebuah konferensi pers. Anez menyebut Morales boleh saja pulang ke Bolivia, namun "ia harus bertanggung jawab atas dugaan terjadinya kecurangan pemilu."
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif