Presiden AS Donald Trump terancam dimakzulkan. Foto: AFP
Presiden AS Donald Trump terancam dimakzulkan. Foto: AFP

Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump Miliki Bukti Penting

Internasional Pemakzulan Trump
Fajar Nugraha • 16 Oktober 2019 14:12
Washington: Pemimpin penyelidikan pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa saksi telah memberikan bukti substansial. Dukungan itu terkait tuduhan bahwa Trump secara ilegal mencoba memaksa Ukraina untuk menyelidiki saingan politiknya, Joe Biden.
 
Sementara Gedung Putih dan pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani menolak untuk menyerahkan dokumen pemanggilan pengadilan tentang urusan Ukraina ke Kongres. Ketua Komite Intelijen DPR AS Adam Schiff mengatakan, lima saksi telah mendukung tuduhan penyalahgunaan kekuasaan yang dapat mendukung tuduhan pemakzulan resmi.
 
Para saksi telah memberikan informasi yang menunjukkan bahwa panggilan telepon Trump pada 25 Juli dengan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky. Saat itu Trump tampaknya mengikat bantuan militer demi memeriksa bisnis keluarga di Biden dari Kiev.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Telepon itu telah direncanakan sebelumnya dan ditindaklanjuti,” kata Schiff, seperti dikutip AFP, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
"Kami telah membuat kemajuan dramatis dalam menjawab beberapa pertanyaan seputar panggilan telepon Juli itu. Di mana Presiden Amerika Serikat berusaha memaksa sekutu yang rentan untuk melakukan apa yang dapat digambarkan sebagai penyelidikan palsu yang melibatkan lawannya," imbuh Schiff.
 
"Kami telah belajar bahwa panggilan itu tidak terpisah. Ada banyak pekerjaan persiapan yang dilakukan sebelum panggilan. Ada banyak pekerjaan tindak lanjut yang dilakukan setelah panggilan," sebutnya.


Kesepakatan narkoba


Schiff berbicara sehari setelah mantan pakar Gedung Putih Rusia Fiona Hill dilaporkan mengatakan kepada penyelidik Kongres dalam kesaksian tertutup bahwa beberapa pejabat tinggi melaporkan panggilan telepon Trump-Zelinsky ke pengacara Gedung Putih. Mereka menilai hal ini sebagai kesalahan yang mungkin dilakukan oleh Presiden.
 
Hill mengatakan, bosnya sendiri, penasehat keamanan nasional John Bolton, mengkarakterisasi tekanan Trump terhadap Zelensky bersama dengan Giuliani dan Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney. Tekanan itu mirip dengan transaksi narkotika.
 
"Saya bukan bagian dari transaksi narkoba apa pun yang sedang disiapkan Rudy dan Mulvaney," kata Bolton, menurut kesaksian Hill seperti dilansir New York Times.
 
Hill mengatakan, Bolton juga memperingatkan bahwa Giuliani, yang dilaporkan dalam penyelidikan federal atas urusan Ukraina adalah "sebuah granat tangan yang akan meledakkan semua orang."
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif