Presiden Kolombia Ivan Duque (tengah) berjalan bersama istrinya, Maria Juliana Ruiz (kanan), dalam gerakan menentang terorisme di Bogota, 20 Januari 2019. (Foto: AFP/DANIEL MUNOZ)
Presiden Kolombia Ivan Duque (tengah) berjalan bersama istrinya, Maria Juliana Ruiz (kanan), dalam gerakan menentang terorisme di Bogota, 20 Januari 2019. (Foto: AFP/DANIEL MUNOZ)

Pemberontak ELN Klaim Serangan di Akademi Polisi Kolombia

Internasional ledakan bom kolombia
Arpan Rahman • 21 Januari 2019 18:02
Bogota: Pemberontak sayap kiri ELN, Senin 21 Januari 2019, mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom di sebuah akademi kepolisian di Bogota yang menewaskan 20 orang pada Kamis pekan kemarin.
 
ELN menyebut serangan tersebut merupakan balasan terhadap pemerintahan Presiden Kolombia Ivan Duque, yang dinilai gagal menghormati gencatan senjata unilateral di Hari Raya Natal.
 
"Serangan terhadap akademi dan pasukan yang ada di dalamnya adalah sah di bawah aturan perang. Tidak ada korban warga sipil," kata ELN dalam pernyataan di situsnya, seperti dikutip dari laman AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Grup tersebut menambahkan bahwa akademi yang diserang adalah sebuah instalasi militer Kolombia. Di akademi itu, para kadet dilatih menjadi agen intelijen untuk menjalankan berbagai operasi militer.
 
Baca:Kolombia Tetapkan Tiga Hari Berkabung Usai Serangan Bom
 
"Presiden (Duque) tidak menghormati gestur perdamaian. Respons dirinya adalah melancarkan serangan militer terhadap kami," ucap ELN.
 
Secara spesifik, ELN menyebut pasukan Kolombia membombardir sebuah kamp pada 25 Desember tahun lalu. Serangan tersebut diklaim ELN berimbas buruk terhadap sebuah keluarga petani di dekatnya.
 
"Tidak adil jika pemerintah menyerang kami, tapi kami tidak dapat merespons dan membela diri," ujar ELN.
 
Aksi terbaru ELN di Bogota merupakan pukulan telak dalam upaya negosiasi damai antar kedua kubu di Kolombia sejak dua tahun terakhir. Awalnya, negosiasi damai antara Kolombia dan ELN ini dimediasi Ekuador, dan proses terbaru saat ini dijalankan Kuba.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif