Salah satu pesawat Boeing 737 MAX di pabrik Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat. (Foto: AFP).
Salah satu pesawat Boeing 737 MAX di pabrik Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat. (Foto: AFP).

Warga AS Kini Cemas Naik Boeing 737 MAX

Internasional boeing kecelakaan ethiopian airlines
Arpan Rahman • 13 Maret 2019 16:58
Washington: Sejumlah maskapai penerbangan Amerika Serikat membela Boeing meskipun timbul gelombang penolakan pelbagai negara dan maskapai lain yang melarang terbang 737 MAX. Namun ketakutan telah mencekam para kru dan penumpang. Banyak yang menolak untuk terbang di pesawat tersebut.
 
Baca juga: FAA Sebut Boeing 737 MAX 8 Layak Terbang.
 
Menyusul tabrakan mematikan kali kedua pada salah satu pesawatnya, beberapa politisi Negeri Paman Sam juga menyerukan agar pesawat itu diparkir di landasan sementara investigasi berlanjut. Tetapi pihak regulator sejauh ini belum mengambil langkah senada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dua pesawat Boeing 737 Max 8 anyar jatuh dalam 5 bulan. Jika Tiongkok melarang semua 96 unit dari 737 Max 8-nya, maka Southwest, American, dan United Airlines harus benar-benar melakukan sesuatu untuk meyakinkan warga Amerika bahwa pesawat 737 Max 8 miliknya layak terbang atau memarkirnya juga," kata penduduk Maryland, Eugene Gu, di Twitter, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu 13 Maret 2019.
 
Semakin banyak orang Amerika mengungkapkan keraguan yang sama di media sosial, dan beberapa membatalkan atau memesan ulang penerbangan di pesawat jenis ini, yang menyumbang sepertiga dari keuntungan Boeing pada 2018.
 
Inggris, Jerman, Prancis, dan tiga negara Asia sudah melarang pesawat dari wilayah udara mereka, dan negara-negara lain telah menghentikannya. Tagar di Twitter #GroundBoeing737max8 dikreasi untuk mendesak pemerintah AS melakukan hal yang sama.
 
Naik pesawat apa?
 
Southwest Airlines dan American Airlines telah dibanjiri telepon sejak jatuhnya sebuah Ethiopian Airlines 737 MAX 8 pada Minggu tak lama setelah lepas landas, yang menewaskan semua 157 penumpang dan awak.
 
Menyusul kecelakaan serupa pada Oktober dari penerbangan Lion Air di Indonesia, banyak penumpang Amerika yang tidak mau menunggu lagi kesimpulan investigasi.
 
"Kami mengajukan beberapa keraguan dari para pelanggan yang menanyakan apakah penerbangan mereka akan dioperasikan oleh Boeing 737 MAX 8," kata juru bicara Southwest Michelle Agnew. Seraya menambahkan bahwa pelanggan ingin memesan ulang penerbangan lain tanpa biaya tambahan.
 
Itu tidak terjadi di American Airlines, yang membebankan biaya untuk setiap perubahan atau pembatalan, kata seorang juru bicara. Biaya berkisar dari USD200 untuk penerbangan domestik hingga USD750 untuk penerbangan internasional.
 
Dan "hantu ketakutan" tidak diakui oleh asuransi perjalanan sebagai alasan para penumpang untuk membatalkan penerbangan.
 
Takut terbang
 
Pilot dan awak pesawat juga semakin berhati-hati. Persatuan Awak Kabin (APFA), yang mewakili karyawan American Airlines, mengatakan kepada anggotanya supaya tidak naik 737 MAX 8 jika mereka merasa tidak aman.
 
Asosiasi Petugas Penerbangan (AFA) secara resmi menyerukan penyelidikan oleh Administrasi Penerbangan Federal AS. "Segera setelah kecelakaan kedua, regulator, produsen, dan maskapai penerbangan harus mengambil langkah-langkah buat mengatasi masalah dengan segera," katanya.
 
Seperti Asosiasi Pilot Maskapai, AFA memperingatkan agar tidak langsung menyimpulkan. Tetapi para politisi AS tidak sungkan lagi setelah Inggris, Tiongkok, Australia, Indonesia, dan negara lainnya menarik pesawat-pesawat itu dari layanan.
 
Baca juga:Boeing Bersikukuh 737 MAX Tetap Aman.
 
Senator dan kandidat presiden Elizabeth Warren mengatakan, "FAA harus mengikuti jejak mereka, membalikkan keputusan mereka, dan segera memarkir pesawat ini di Amerika Serikat hingga keamanannya terjamin."
 
Senator Mitt Romney mencuit di Twitter, "Perlu kehati-hatian untuk publik yang terbang, @FAANews harus melarang 737 MAX 8 sampai kita menyelidiki penyebab kecelakaan baru-baru ini dan memastikan kelaikan udara pesawat."
 
FAA mengatakan pada Selasa penyelidikan kecelakaan terbaru terus berlanjut, dan "akan membuat keputusan mengenai langkah lebih lanjut berdasarkan bukti."
 
Setelah kecelakaan Lion Air, FAA memerintahkan Boeing memperbarui manual serta persyaratan pelatihan, dan menyelesaikan "peningkatan kontrol penerbangan" termasuk sistem anti-macet paling lambat April.
 
Direktur Boeing, Dennis Muilenburg, menyesalkan tragedi terbaru, tetapi tidak meragukan keselamatan pesawat. "Kami yakin akan keselamatan 737 MAX," katanya dalam surat elektronik kepada kalangan pekerja Boeing.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif