Trump Kecam Pemberitaan Pangkalan Misil Rahasia Korut
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP/JIM WATSON)
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons munculnya sejumlah pemberitaan yang menyebut Korea Utara memiliki beberapa pangkalan misil rahasia di wilayah pegunungan. Trump menegaskan pemberitaan tersebut "tidak akurat" dan merupakan bagian dari "Berita Palsu."

"Artikel di New York Times terkait pangkalan misil Korut tidak akurat. Kami tahu mengenai situs-situs yang dibahas di situ, tidak ada yang baru, dan tidak ada aktivitas mencurigakan. Itu hanya Berita Palsu. Saya akan beritahukan Anda semua jika terjadi sesuatu yang buruk!" tulis Trump di laman Twitter, seperti dinukil dari Fox News, Selasa 13 November 2018.

New York Times dan beberapa media lain, termasuk Fox News, melaporkan pada Senin kemarin mengenai analisis gambar satelit sebuah organisasi yang diduga memperlihatkan 16 pangkalan misil tersembunui di pegunungan Korut.


Serangkaian citra satelit itu, yang dirilis program Lintas Paralel oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), menunjukkan kemungkinan adanya sebuah pangkalan di Sakkanmol, sekitar 80 kilometer dari Zona Demiliterisasi. CSIS juga menyebut pangkalan itu dilengkapi gedung markas utama, barak, depot pemeliharaan, dan pintu masuk ke terowongan bawah tanah yang dapat menyembunyikan rudal dan mengangkut truk.

Pernyataan Trump terkait laporan ini muncul sekitar sepekan usai dirinya meyakinkan para kritikus di luar sana bahwa diskusi denuklirisasi antara AS dan Korut masih berlanjut.

"Kami tidak ingin terburu-buru," tutur Trump kepada awak media pekan kemarin. "Sanksi masih diterapkan. Misil telah berhenti. Roket juga berhenti. Sandera sudah pulang," lanjut dia.

Korut juga mengambil langkah menuju denuklirisasi. Pyongyang sepakat mengizinkan para inspektur internasional masuk ke situs nuklir dan rudal - sebuah langkah yang sebelumnya berulang kali ditolak Korut. 

Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan mengatakan akhir bulan lalu ada "tanda-tanda" rezim Korut siap mengizinkan "pakar asing" untuk melakukan survei di situs uji coba nuklir Punggye-ri.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id