Warga membawa bendera AS dan Kuba di dekat sebuah klub di Miami, AS, setelah mendengar berita adanya perubahan kebijakan dalam hubungan diplomasi kedua negara  - AFP / JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA
Warga membawa bendera AS dan Kuba di dekat sebuah klub di Miami, AS, setelah mendengar berita adanya perubahan kebijakan dalam hubungan diplomasi kedua negara - AFP / JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA

"Ini Saat yang Tepat untuk AS dan Kuba"

Willy Haryono • 18 Desember 2014 14:16
medcom.id, Meksiko: Setelah 53 tahun bermusuhan, ini adalah saat yang tepat bagi Amerika Serikat dan Kuba untuk berbaikan. Terobosan ditandai penukaran satu tahanan di Kuba dengan tiga tahanan di Negeri Paman Sam.
 
Dua negara mengumumkan komitmennya menuju hubungan diplomasi menyeluruh. AS juga berjanji akan mengangkat sanksi ekonomi dan larangan bepergian.
 
Langkah mengejutkan ini terjadi setelah Pesiden Barack Obama memutuskan mengalihkan perhatiannya pada masalah lama AS, dan Presiden Raul Castro berusaha meningkatkan perekonomian negaranya.

"Setelah hari ini, semuanya berubah," ujar Carlos Alzugaray, mantan diplomat Kuba yang mempunyai hubungan erat dengan pemerintahan Castro, seperti dikutip Associated Press.
 
"Perjanjian dan komitmen ini menjadi terobosan terbesar dalam hubungan kedua negara sejak 50 tahun terakhir," tutur Ted Henken, analis dan penulis buku 'Entrepreneurial Cuba.'
 
Perubahan hubungan diplomatik ini memungkinkan warga Kuba untuk membeli dan menjual properti mereka, membeli mobil asing, pergi ke luar negeri dengan mudah, membuka usaha sendiri dan lainnya.
 
Perekonomian Kuba hanya tumbuh 1,4 persen tahun ini. Banyak bisnis sektor privat di Kuba gulung tikar dalam beberapa tahun terakhir. Aturan investasi asing di Kuba juga belum terlalu dapat menarik minat investor.
 
Obama mengucapkan terima kasih pada Kanada atas perannya memfasilitasi rapat rahasia pada 2013 dan 2014. Sejumlah pejabat tinggi AS menyebut peran Kanada krusial dalam menghangatkan hubungan AS dan Kuba.
 
Paus Fransiskus juga memainkan peranan penting dalam normalisasi AS dan Kuba. Ia telah menemui Obama dan Presiden Kuba Raul Castro sejak beberapa bulan terakhir.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan