Api tampak dari lokasi ledakan di sebuah fasilitas militer Rusia. Foto: AFP
Api tampak dari lokasi ledakan di sebuah fasilitas militer Rusia. Foto: AFP

Ledakan Tewaskan Lima Korban, AS Salahkan Tes Rudal Rusia

Internasional amerika serikat rusia
Arpan Rahman • 11 Agustus 2019 15:06
Washington: Para pakar nuklir Amerika Serikat (AS) mengatakan uji coba rudal jelajah nuklir Rusia menjadi penyebab ledakan besar di situs militer yang menewaskan lima pekerjanya.
 
Badan nuklir Rusia mengkonfirmasi kematian itu disebabkan ledakan Kamis, yang menyebabkan tiga orang lainnya cedera dan memicu kecemasan radiasi.
 
Kecelakaan itu terjadi saat tes "sumber daya isotop dalam sistem propulsi cair", kata badan nuklir negara bagian Rosatom dalam sebuah pernyataan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi para ahli AS mengklaim Rosatom mungkin telah mengetes rudal jelajah bertenaga nuklir, yang menurut Vladimir Putin tahun lalu "tidak terkalahkan terhadap semua sistem pertahanan yang ada dan prospektif".
 
Unit militer tempat kebakaran terjadi terletak di dusun Nenoksa, dekat Arkhangelsk, lokasi rudal balistik diuji untuk Angkatan Laut Rusia. Pejabat Rusia awalnya berupaya mengecilkan kebocoran radiasi, mengatakan levelnya normal.
 
Tetapi seorang juru bicara Severodvinsk, sebuah kota yang dekat lokasi tes, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ledakan jangka pendek dalam latar radiasi direkam pada Kamis.
 
Dalam wawancara terpisah, dua ahli mengatakan bahwa ledakan propelan roket cair tidak akan melepaskan radiasi. Mereka mengatakan ledakan dan pelepasan radiasi itu bisa terjadi akibat kecelakaan selama pengujian rudal jelajah bertenaga nuklir di fasilitas di luar dusun Nyonoksa.
 
"Mesin-mesin rudal bahan bakar cair yang meledak tidak mengeluarkan radiasi, dan kita tahu bahwa Rusia sedang mengerjakan semacam tenaga nuklir untuk rudal jelajah," kata Ankit Panda, seorang pakar senior di Federasi Ilmuwan Amerika, dilansir dari The Sun, Minggu, 11 Agustus 2019.
 
Arkhangelsk kota di timur laut Rusia dan pernah menjadi pelabuhan utama negara itu hingga tahun 1703. Senin lalu, kebakaran besar meletus di depot amunisi militer dekat Achinsk di wilayah Krasnoyarsk, Siberia timur.
 
Kebakaran itu memicu sejumlah ledakan yang berlanjut selama sekitar 16 jam, menyebabkan satu orang tewas dan melukai 13 lainnya, sementara lebih dari 16.500 orang harus dievakuasi dari rumah mereka.
 
Awal tahun ini, 14 orang tewas dalam kebakaran di sebuah kapal selam Rusia yang merupakan kapal spionase nuklir yang diduga berada dalam sebuah misi rahasia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif