Tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido. (Foto: AFPA)
Tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido. (Foto: AFPA)

Oposisi Venezuela Tidak Berencana Lanjutkan Dialog Damai

Internasional konflik venezuela venezuela
Willy Haryono • 08 Juni 2019 15:11
Caracas: Tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido menegaskan dialog damai yang tidak membuat Presiden Nicolas Maduro mundur dari jabatannya adalah sesuatu yang "sia-sia." Oleh karenanya, ia pun menegaskan pihaknya tidak berencana untuk melanjutkan negosiasi damai dengan perwakilan pemerintahan Maduro di Oslo, Norwegia.
 
"Segala sesuatu yang tidak bergerak menuju (pengunduran diri Maduro) hanyalah sebuah usaha yang sia-sia," ungkap Guaido, dilansir dari laman Sputnik, Jumat 7 Juni 2019.
 
Kubu Guaido dan Maduro bertemu di Oslo pada Mei lalu. Namun dialog keduanya berakhir gagal karena oposisi terus menyerukan agar Maduro mengundurkan diri dan mengizinkan pemerintahan interim menggelar pemilihan umum terbaru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam dialog di Oslo, pihak Guaido membantah telah bernegosiasi langsung dengan Maduro. Oposisi mengaku hanya berbicara bergiliran dengan ditengahi mediator Norwegia.
 
Maduro menang telak dalam pemilihan umum Venezuela pada Mei 2018. Namun, oposisi tidak mengakui hasil tersebut dengan alasan banyaknya tokoh yang tidak bisa mengikuti jalannya pemilu.
 
Maduro juga dinilai oposisi gagal mengangkat Venezuela dari jurang krisis ekonomi yang mencekik. Hiperinflasi di Venezuela membuat mata uang bolivar hampir tidak ada nilainya. Berbagai bahan kebutuhan pokok di Venezuela juga minim, yang memaksa jutaan warga melarikan diri ke beberapa negara tetangga.
 
Januari lalu, Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden interim pengganti Maduro -- awal mula meningkatnya ketegangan terbaru di Venezuela.
 
Menurut Maduro, oposisi bertanggung jawab atas kerusakan masif infrastruktur di Venezuela, yang juga berimbas pada pemadaman aliran listrik di banyak wilayah.
 
Akhir April lalu, Guaido mendorong percobaan kudeta dan berusaha membujuk angkatan bersenjata untuk bersama-sama menumbangkan Maduro. Namun sebagian besar elemen militer Venezuela tetap setia pada Maduro, dan percobaan kudeta pun berakhir gagal.
 
Amerika Serikat dan puluhan negara lainnya mengakui Guaido sebagai presiden interim Venezuela. Sementara Maduro masih didukung beberapa negara besar, termasuk Rusia, Tiongkok, Turki dan lainnya.
 
Baca: Menteri Energi Venezuela Dipecat Karena Sering Mati Listrik
 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif