Presiden interim Bolivia Jeanine Anez memberikan keterangan di Istana Quemado, La Paz, Selasa 26 November 2019. (Foto: AFP/JORGE BERNAL)
Presiden interim Bolivia Jeanine Anez memberikan keterangan di Istana Quemado, La Paz, Selasa 26 November 2019. (Foto: AFP/JORGE BERNAL)

Pertama dalam 11 Tahun, Bolivia Tempatkan Dubes di AS

Internasional bolivia
Willy Haryono • 27 November 2019 07:19
La Paz: Bolivia menunjuk duta besar untuk Amerika Serikat untuk kali pertama dalam 11 tahun per hari ini, Rabu 27 November 2019. Penunjukan ini merupakan bagian dari perubahan kebijakan luar negeri Bolivia di bawah pemerintahan interim Bolivia usai mundurnya Evo Morales.
 
Melalui pengumuman via Twitter di Kementerian Luar Negeri Bolivia, Walter Oscar Serrate Cuellar telah ditunjuk untuk menjadi perwakilan diplomatik di Washington. Namun penunjukan ini masih harus disetujui di level kongres.
 
Dikutip dari AFP, Cuellar sebelumnya pernah menjadi duta besar dan perwakilan tetap Bolivia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Morales, pria yang menjadi presiden di Bolivia selama hampir 14 tahun, mengundurkan diri pada 10 November dan pergi ke Meksiko usai mendapatkan suaka. Pengunduran diri Morales terjadi di tengah gelombang unjuk rasa terkait dugaan dirinya telah berbuat curang dalam pemilihan umum bulan lalu.
 
Senator sayap kanan Jeanine Anez mendeklarasikan diri sebagai presiden interim setelah kepergian Morales. Anez kemudian menegaskan dirinya akan segera menggelar pemilihan umum demi memulihkan situasi di Bolivia.
 
Penunjukan Cuellar untuk menjadi dubes di AS terjadi usai pemerintahan Anez memutus hubungan dengan Kuba dan juga Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
 
Sementara itu sejak Senin kemarin, situasi keamanan di Bolivia berangsur normal. Hampir semua sekolah dan pertokoan di La Paz dan beberapa kota lainnya beraktivitas seperti biasa.
 
Arus lalu lintas di La Paz juga kembali ramai, setelah beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum kembali beroperasi. Saat gelombang protes, La Paz adalah episenter dari pergerakan massa.
 
"Sekarang situasi sudah kembali normal setelah kita semua melewati peristiwa yang sangat dramatis," kata Anez.
 
Blokade di sejumlah jalan raya utama telah disingkirkan otoritas Bolivia, kecuali di area Chapare yang mayoritas warganya adalah petani daun koka. Morales adalah mantan petani daun koka, yang juga merupakan presiden pertama Bolivia dari etnis pribumi.
 
Aksi blokade dilakukan sejumlah petani koka dalam memprotes tindakan keras aparat keamanan terhadap demonstran. Mereka meminta agar pemerintahan Anez mengadili pihak yang telah membunuh sembilan pengunjuk rasa dalam aksi protes pada 15 November.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif