Presiden AS Donald Trump (Foto:AFP)
Presiden AS Donald Trump (Foto:AFP)

Mantan Staf Sebut Trump Sengaja Tekan Ukraina

Internasional amerika serikat donald trump
Arpan Rahman • 22 November 2019 16:36
Washington: Mantan staf Gedung Putih Fiona Hill memberikan kesaksian yang merupakan bagian dari penyelidikan pemakzulan. Dia mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Ukraina ikut campur dalam pemilihan umum AS pada 2016.
 
Hill berkata tidak mendengarkan masukan dari penasihat seniornya. Dia justru mengikuti pandangan pengacara pribadinya, Rudy Giuliani.
 
Hill menyebut klaim tentang Ukraina tidak berdasar. Penyelidikan pemakzulan mencari tahu apakah Trump menekan Ukraina guna menyelidiki saingan politiknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adalah ilegal di AS untuk mencari bantuan asing demi mendapatkan keuntungan pemilu. Trump membantah melakukan kesalahan.
 
Dalam sebuah panggilan telepon dengan presiden Ukraina, Presiden Trump mendesaknya pemimpin Ukraina membuka penyelidikan terhadap Joe Biden, salah satu kandidat utama presiden dari Partai Demokrat.
 
"Apa yang kami lihat di sini jauh lebih serius daripada (skandal Watergate di era Presiden Richard Nixon)," anggota DPR AS asal Partai Demorkat Adam Schiff, dilansir dari BBC, Jumat 22 November 2019.
 
"Apa yang kita bicarakan di sini adalah penutupan kebenaran dalam pertemuan Gedung Putih dan pemotongan bantuan militer untuk sekutu yang berperang," pungkasnya.
 
Hari Kamis menjadi hari kelima dan hari terakhir audiensi publik oleh Komite Intelijen DPR AS.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif