Barack Obama dalam pidato terakhirnya (Foto: AFP)
Barack Obama dalam pidato terakhirnya (Foto: AFP)

Obama Sindir Trump dalam Pidato Terakhirnya

Sonya Michaella • 11 Januari 2017 10:20
medcom.id, Chicago: Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama sedikit menyindir presiden terpilih AS, Donald Trump ketika menyampaikan pidato terakhirnya di Chicago, AS.
 
"Jika Anda lelah berdebat dengan orang asing di internet dan media sosial, cobalah berbicara dengan salah satu dari mereka dalam kehidupan nyata," ucap Obama di Chicago, Selasa 10 Januari waktu AS, atau Rabu, (11/1/2017), waktu Indonesia.
 
Pasalnya, Trump memang terkenal sebagai sosok yang gemar mengungkapkan kesenangan, kekesalan maupun kritik lewat media sosialnya, yaitu Twitter.

Obama pun berbicara tentang pengalamannya bagaimana memimpin Gedung Putih selama delapan tahun terakhir dan juga menjadikan politik sebagai bagian dari kehidupan sehari-harinya.
 
"Jika sesuatu perlu diperbaiki, misalnya saja kecewa dengan pejabat yang Anda pilih sendiri, maka pilihlah sekali lagi," lanjut Obama lagi.
 
"Bahkan, jika mampu, Anda bisa menjalankan Gedung Putih sendiri," tukasnya.
 
Dunia internasional seakan dikejutkan dengan jajaran pejabat kabinet pilihan Trump. Baru saja, ia memilih menantunya, Jared Kushner, untuk menjadi penasihat senior Gedung Putih.
 
Para analis agak menyangsikan pilihan Trump ini. Sebab, Kushner dikenal sebagai pengusaha real estate tanpa pengalaman politik sedikit pun.
 
Padahal, semua masalah, terutama kebijakan luar negeri yang menjadi perhatian Presiden AS harus disampaikan melalui penasihat senior Gedung Putih.
 
Selain itu, Trump juga menunjuk bos ExxonMobil Rex Tillerson untuk menjadi Menteri Luar Negeri AS menggantikan John Kerry. Ia pun menyebut Tillerson sebagai diplomat ulung dan salah satu pebisnis global terhebat di era ini. Padahal, Tillerson tak memiliki pengalaman apapun di dunia politik AS.
 
Trump telah memicu kekhawatiran kubu Partai Demokrat maupun Republik atas seruannya untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan Rusia. Hal ini berbanding terbalik dengan kebijakan AS selama ini yang memandang Rusia sebagai ancaman keamanan global. 
 
Kekhawatiran semakin menjadi karena Tillerson adalah seorang pengusaha yang selama ini menjalin hubungan baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan