Dalam pertemuan dengan Menlu Guyana Carl Barrington Greenidge, Menlu Retno juga menandatangani perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik.
"Ini merupakan salah satu tindak lanjut dari kunjungan saya ke Guyana. Saya menyampaikan keinginan kerja sama ekonomi dengan Guyana," tutur Menlu Retno di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Jumat 28 September 2018.
Baca: RI akan Tingkatkan Kerja Sama Pembangunan dengan Guyana
Pertemuan lain digelar Menlu Retno dengan Menlu Suriname Yidiz Deborah Pollack-Beighle. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia berencana membanty membuatkan kurikulum untuk akademi diplomat Suriname.
"Kita akan bekerja sama dalam pengiriman pengajar ke sana," sebut Menlu Retno. Suriname juga menyampaikan rencananya datang ke acara Bali Democratic Forum tahun ini.
Sementara dengan Siprus, Menlu Retno membahas mengenai negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Uni Eropa (I-EU-CEPA). Perjanjian tersebut dibahas karena Siprus adalah salah satu negara anggota Uni Eropa.
Siprus juga mengutarakan keinginannya membuka kembali kedutaan besar di Indonesia tahun depan. Pada 2013, Siprus menutup kedubes di Indonesia karena masalah keuangan,
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News