AS Tunda Persetujuan Bantuan untuk Korut
Dubes AS untuk PBB Nikki Haley tegaskan pihaknya tunda persetujuan bantuan untuk Korea Utara. (Foto: AFP).
New York: Amerika Serikat (AS) menunda persetujuan beberapa permintaan pengecualian sanksi untuk Korea Utara (Korut). Bantuan yang akan dikirimkan ke Pyongyang antara lain traktor, suku cadang dan barang-barang lain yang dibutuhkan untuk bantuan kemanusiaan.
 
Rusia meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk membahas penundaan tersebut. Pertemuan ini dilakukan tertutup.
 
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan Amerika Serikat akan mengambil waktu untuk meninjau kembali permintaan itu. Tujuannya untuk memastikan bahwa bantuan menjangkau yang dibutuhkan Pyongyang.
 
"Kami telah memberi banyak 'wortel' sampai sekarang. Kami tidak akan menyingkirkan sanksi itu, karena mereka belum melakukan apa pun untuk menjamin menyingkirkan sanksi," kata Haley, dilansir dari laman Channel News Asia, Jumat, 9 November 2018.
 
Korea Utara berada di bawah sanksi melumpuhkan yang dikenakan untuk melaksanakan uji coba rudal nuklir dan balistik. Namun, resolusi PBB menetapkan bahwa ini tidak akan mempengaruhi bantuan kemanusiaan.
 
Pengecualian PBB tersebut termasuk pengiriman bagian pipa yang diperlukan untuk memperbaiki fasilitas kesehatan Korea Utara, peralatan pertanian seperti traktor dan barang-barang lain yang diperlukan untuk proyek-proyek kemanusiaan.
 
Sementara itu, Haley menuding Rusia berusaha 'mencetak kenangan manis' dengan Korut. Mereka, kata Haley, malah menambah masalah sanksindi DK PBB.
 
Washington telah menolak permintaan dari Tiongkok dan Rusia untuk meringankan sanksi sebagai penghargaan kepada pemimpin Korut Kim Jong-Un. Pasalnya dia telah menghentikan uji coba rudal dan membuka dialog dengan Amerika Serikat.
 
Namun, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan tekanan maksimum dari sanksi harus dipertahankan untuk memaksa Kim menindaklanjuti janjinya melakukan denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id