Demonstran mengangkat bendera Amerika Serikat di area kampus Polytechnic University di Hong Kong, 20 November 2019. (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)
Demonstran mengangkat bendera Amerika Serikat di area kampus Polytechnic University di Hong Kong, 20 November 2019. (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)

Senat AS Adopsi UU HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional amerika serikat
Willy Haryono • 20 November 2019 11:48
Washington: Senat Amerika Serikat secara bulat mengadopsi undang-undang yang mendukung "hak asasi manusia dan demokrasi" di Hong Kong. Senat AS juga menyepakati langkah yang dapat melarang penjualan gas air mata, peluru karet dan perlengkapan lainnya yang telah digunakan aparat keamanan Hong Kong terhadap demonstran.
 
Selain itu, Senat AS juga mengancam akan mencabut status ekonomi khusus yang selama ini diberikan kepada Hong Kong.
 
Lewat UU terbaru ini, seorang presiden AS akan mengulas status perdagangan dengan Hong Kong pada setiap tahunnya. Pengadopsian UU ini terjadi di tengah gelombang protes di Hong Kong yang telah berjalan enam bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Awalnya aksi protes di Hong Kong hanya mengenai penentangan terhadap UU Ekstradisi. Namun unjuk rasa berlanjut setelah UU Ekstradisi dicabut, dan kini meluas menjadi perjuangan menegakkan demokrasi Hong Kong dari pengaruh Tiongkok.
 
"Kami telah mengirim pesan jelas kepada warga Hong Kong yang sedang memperjuangkan kebebasan mereka. Kami mendengar Anda semua. Kami akan terus mendukung dan tidak akan tinggal diam melihat Tiongkok merusak otonomi kalian," ujar senator Partai Republik Marco Rubio, dilansir dari laman AFP, Rabu 20 November 2019.
 
UU yang diadopsi AS bertajuk Hong Kong Human Rights and Democracy Act. Senat AS menyebut UU tersebut sebagai "langkah penting dalam meminta pertanggungjawaban Pemerintah Tiongkok dan pejabat Hong Kong yang telah mengikis otonomi serta melakukan sejumlah pelanggaran HAM."
 
Robert Menendez, seorang politikus senior Partai Demokrat, menambahkan bahwa UU terbaru merupakan sikap AS yang akan selalu mendukung "aspirasi sah masyarakat Hong Kong."
 
Hingga saat ini gelombang protes di Hong Kong masih berlanjut. Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan meningkat di sekitar area kampus universitas Polytechnic University atau PolyU.
 
Pengepungan selama tiga hari tiga malam dilakukan polisi di sekitar area. Sementara ratusan mahasiswa bertahan mati-matian di dalam kampus, dengan melempari petugas dengan batu bata, bom molotov hingga anak panah.
 
Selasa malam, ketegangan di sekitar PolyU dikabarkan sudah hampir mereda. Hingga pukul 23.00 tadi malam, kepolisian Hong Kong mengatakan sekitar 800 demonstran telah meninggalkan PolyU.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif