Deretan pesawat jenis Boeing 737 Max milik maskapai Soutwest Airlines terparkir di sebuah bandara di Victorville, California, AS, 28 Maret 2019. (Foto: AFP/MARK RALSTON)
Deretan pesawat jenis Boeing 737 Max milik maskapai Soutwest Airlines terparkir di sebuah bandara di Victorville, California, AS, 28 Maret 2019. (Foto: AFP/MARK RALSTON)

Keluarga Korban 737 Max akan Terima Rp2 Miliar dari Boeing

Internasional boeing Lion Air Jatuh kecelakaan ethiopian airlines
Arpan Rahman • 24 September 2019 13:12
Chicago: Keluarga dari korban dua kecelakaan fatal yang melibatkan pesawat model 737 Max akan mendapat kompensasi masing-masing sebesar USD144.500 atau setara Rp2 miliar dari perusahaan Boeing.
 
Uang ganti rugi berasal dari dana asistensi finansial yang telah diumumkan Boeing pada Juli lalu. Boeing mengaku telah mulai menerima klaim dari sejumlah keluarga korban. Klaim kompensasi ini harus diserahkan kepada Boeing sebelum tahun 2020.
 
Sejumlah pengacara yang mewakili keluarga korban -- banyak dari mereka menggugat Boeing ke pengadilan -- menilai dana kompensasi ini hanyalah aksi publisitas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"USD144.000 sangat tidak cukup sebagai dana kompensasi dari semua keluarga korban," ucap Nomaan Husain, seorang pengacara asal Texas, Amerika Serikat, yang mewakili 15 keluarga korban 737 Max.
 
"(Langkah Boeing) ini bukan sesuatu yang dapat memuaskan keluarga korban," lanjutnya,dilansir dari BBC, Selasa 24 September 2019.
 
Pesawat tipe 737 Max telah diperintahkan untuk beroperasi sejak Maret lalu, di tengah investigasi dua kecelakaan fatal yang terjadi di Indonesia dan Ethiopia. Angka kematian dari dua kecelakaan fatal itu mencapai lebih dari 340 orang.
 
Juli lalu, Boeing menjanjikan dana ganti rugi USD100 juta untuk keluarga dan masyarakat yang terkena dampak dari dua kecelakaan fatal 737 Max.
 
Boeing kemudian memperbarui pernyataannya, bahwa separuh dari dana kompensasi akan dibayarkan langsung ke keluarga. Sementara separuhnya lagi akan dipakai untuk program pendidikan dan pengembangan bagi keluarga terdampak.
 
Robert A Clifford, penasihat hukum utama dalam penyelidikan kecelakaan Ethiopian Airlines 302, memandang pengumuman Boeing hanya sebagai upaya pengalih perhatian dari isu keamanan pesawat.
 
Ia menambahkan banyak keluarga korban yang mempertanyakan separuh dari dana kompensasi. Banyak dari mereka meragukan dana itu akan dipakai untuk program pendidikan atau pengembangan.
 
"Salah satu hal paling suram dari kecelakaan penerbangan seperti ini adalah, banyak keluarga pada akhirnya tidak mendapat apa-apa," kata Clifford.
 
Sementara itu Dennis Muilenberg, Kepala Eksekutif Boeing, menyebut pembukaan dana kompensasi ini sebagai "langkah penting" dalam upaya perusahaan membantu "keluarga dari para korban yang meninggal dalam dua kecelakaan Boeing 737 Max 8."
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif