Polisi berpatroli di jalanan ibu kota La Paz, Bolivia, 12 November 2019. (Foto: AFP/RONALDO SCHEMIDT)
Polisi berpatroli di jalanan ibu kota La Paz, Bolivia, 12 November 2019. (Foto: AFP/RONALDO SCHEMIDT)

Warga AS Diimbau Jauhi Bolivia

Internasional amerika serikat bolivia
Willy Haryono • 13 November 2019 10:30
Washington: Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat memperingatkan semua warga AS untuk tidak bepergian ke Bolivia karena saat ini tengah terjadi aksi protes dan bentrokan terkait sengketa pemilihan umum.
 
Sengketa tersebut berujung pada mundurnya presiden Evo Morales, yang kemudian digantikan senator wanita Jeanine Anez sebagai. Massa pro-Morales marah dan beramai-ramai mendatang ibu kota La Paz.
 
"Jangan pergi ke Bolivia karena sedang terjadi kerusuhan sipil," kata Kemenlu AS, dikutip dari AFP, Rabu 13 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Washington juga memerintahkan semua anggota keluarga diplomat AS untuk pergi meninggalkan Bolivia. "Pegawai pemerintah non-esensial dipersilakan untuk pulang karena sedang terjadi instabilitas politik di Bolivia," sebut Kemenlu AS.
 
"Saat ini terjadi demonstrasi, pemblokiran jalan dan pergerakan massa di beberapa kota besar di Bolivia. Beberapa aksi protes ini berujung bentrok," lanjutnya.
 
Bentrokan terbaru di Bolivia terjadi sepanjang Selasa malam, usai massa pro-Morales mendengar bahwa Anez telah menjadi presiden interim. Mereka bergerak ke arah gedung Kongres untuk mencoba menemui Anez.
 
"Dia harus turun sekarang juga!" teriak beberapa demonstran yang marah.
 
Polisi dan prajurit Bolivia kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa di sekitar gedung kongres di La Paz.
 
Sejumlah pesawat jet tempur terbang silih berganti di langit La Paz, dalam upaya menunjukkan kekuasaan di Bolivia kini telah berpindah ke tangan Anez. Melihat hal tersebut, para pengunjuk rasa pro-Morales berang dan berusaha mendekati posisi Anez.
 
Jaksa Agung Bolivia Juan Lanchipa mengatakan jumlah korban tewas sejak aksi protes terbaru dimulai terkait sengketa pemilu telah mencapai tujuh orang. Sebagian besar penyebab kematian adalah terkena tembakan senjata api.
 
Sementara itu, saat ini Morales sedang berada di Meksiko usai mendapatkan suaka. Ia menilai status Anez sebagai presiden interim Bolivia tidak sah karena sesi di Kongres gagal mencapai kuorum -- jumlah minimal anggota yang harus hadir.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif