Presiden AS Donald Trump berada di Davos, Swiss saat sidang pemakzulan dimulai. Foto: AFP
Presiden AS Donald Trump berada di Davos, Swiss saat sidang pemakzulan dimulai. Foto: AFP

Demokrat dan Republik Berdebat Keras pada Sidang Trump

Internasional Pemakzulan Trump
Fajar Nugraha • 22 Januari 2020 19:07
Washington: Partai Republik dan Demokrat bertengkar memperebutkan saksi kunci Gedung Putih, dalam maraton hari pertama persidangan pemakzulan Presiden Donald Trump. Trump dianggap melakukan penyalahgunaan kekuasaan.
 
Kedua belah pihak bersiap dalam pertukaran berapi-api yang berputar di sekitar prosedur untuk persidangan dan memberikan Partai Demokrat kesempatan untuk menguraikan argumen mereka untuk kesalahan Trump di televisi nasional.
 
Tetapi pemimpin Senat dari Partai Republik Mitch McConnell melenturkan otot politiknya sendiri, memobilisasi mayoritas 53 kursi di timnya untuk menampar upaya Demokrat untuk mengubah prosedur persidangan. Prosedur itu dibuatnya bersama-sama dengan Gedung Putih dan dirancang untuk melindungi Trump.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah 13 jam, tepat sebelum pukul 2.00 pagi waktu setempat, McConnell berhasil mendorong kembali setiap upaya Demokrat. Ini memastikan Partai Republik memiliki kendali atas persidangan yang mereka harapkan akan selesai pada akhir bulan ini.
 
Sementara itu Presiden Trump memantau tantangan terhadap kepresidenannya yang berusia tiga tahun dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
 
“Kasus ini hanya tipuan. Perburuan penyihir yang telah berlangsung bertahun-tahun dan terus terang itu memalukan,” tegas Trump, seperti dikutip AFP, Rabu, 22 Januari 2020.


Mundur sepenuhnya


Aturan McConnell menetapkan jadwal enam hari perdebatan, tiga hari oleh manajer pemakzulan DPR dan kemudian tiga hari oleh tim pertahanan Trump. Kemudia persidangan diikuti oleh satu hari pertanyaan dari 100 Senator, yang duduk sebagai juri dalam persidangan.
 
Namun Partai Demokrat marah dengan penolakan McConnell untuk memanggil saksi dan surat panggilan pengadilan sebelum fase argumen persidangan berakhir.
 
Mereka ingin mendengar dari para asisten Trump saat ini dan yang sudah berhenti, termasuk Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney dan mantan penasihat keamanan nasional John Bolton.
 
Tanpa jaminan bahwa saksi akan dipanggil bahkan pada saat itu, mereka mencari langkah terakhir untuk memberi hakim ketua, Hakim Agung Mahkamah Agung John Roberts, kata terakhir untuk memanggil saksi. Itu juga ditolak dalam pemungutan suara garis partai.
 
"Mereka tidak menginginkan pengadilan yang adil," kata Adam Schiff, pemimpin manajer pemakzulan DPR yang menuntut kasus ini.
 
"Mereka tidak ingin kamu mendengar saksi-saksi ini. Mereka tidak ingin keadilan yang netral membebani,” pungkas Schiff.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif