HRW menilai boikot harus dilakukan, kecuali Rusia mengambil sejumlah langkah konkret untuk melindungi keselamatan warga sipil di tengah konflik Suriah.
Rusia, yang menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun ini, adalah pendukung utama pemerintahan Suriah di bawah Presiden Bashar al-Assad. Rusia juga berperan sebagai mediator utama konflik Suriah dalam beberapa tahun terakhir.
"Sebagai tuan rumah acara paling disaksikan dan ditayangkan di seluruh dunia, Rusia berusaha mendapatkan penghormatan dan pengakuan global," ujar Direktur Eksekutif HRW Kenneth Roth dalam sebuah pernyataan resmi, seperti dilansir dari AFP.
"Para pemimpin dunia harus memberikan sinyal kepada Presiden Putin, bahwa Rusia harus mengubah strategi dan mengakhiri aksi kekerasan di Suriah, dan jika tidak dilakukan, maka mereka tidak akan duduk di kursi VIP bersamanya di malam pembukaan," lanjut dia.
Miliaran orang di seantero dunia akan menonton Piala Dunia 2018 via tayangan televisi. HRW menilai tanggung jawab Rusia atas penderitaan rakyat Suriah seharusnya tidak boleh tenggelam di tengah eurofia Piala Dunia 2018.
Rusia adalah eksportir utama persenjataan ke Suriah. Pasukannya juga menyediakan dukungan terhadap loyalis serta milisi pro Assad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News