Ferry dan Brandon Salim. (Foto:Anindya Legia)
Ferry dan Brandon Salim. (Foto:Anindya Legia)

Jadi Duta Unicef, Ferry Salim Ajak Perangi Kekerasan Anak

Anindya Legia Putri • 09 Oktober 2015 12:03
medcom.id, Jakarta: Sebagai publik figur dan juga Duta Unicef yang memperjuangkan kehidupan anak-anak, Ferry Salim mengecam tindak pembunuhan gadis kecil di dalam kardus yang terjadi di Kalideres, belum lama ini.

"Kita bahas hal ini di Unicef. Kita ingin mengkampanyekan kita harus menjadi pelindung anak, banyak kejadian penganiayaan terhadap anak. Kita harus merasa, setiap anak yang kita temui adalah anak-anak kita, jadi kita harus take action secepatnya," papar Ferry saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta, Kamis 8 Oktober.

Untuk itu, ia bersama Unicef turut melakukan kampanye dengan operator telepon guna menyampaikan pesan bahwa semua anak adalah anak kita juga. Sehingga, sebagai orang dewasa memiliki tanggung jawab untuk menyediakan hak perlindungan bagi setiap anak.

Terkait dengan kasus pembunuhan anak, Ferry pun berharap sang pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku. "UUD kan ada, penganiayaan anak harus dilaporkan. Bukan hanya kekerasan fisik, tapi mental seperti bully juga enggak diperbolehkan," paparnya.

"Saya punya anak, kok tega sampai begitu ya. Membunuh lalu ditaruh di dalam kardus. Kita mau memerangi ini, kita mengajak orang lain untuk mengatakan every child is our child. Jadi, anak-anak seharusnya dilindungi dari kekerasan apapun," tandas Ferry menambahkan.

Ferry menilai ,jika orang yang tega melakukan tindak kejahatan pada anak itu artinya orang tersebut pernah teraniaya sejak kecil. "Orang yang melakukan penganiayaan terhadap anak, secara psikologis dia sendiri pernah teraniaya saat kecil. Tapi ada juga yang tidak sabaran dengan anak kecil maka kekerasan dilakukan. Kita punya hukum, serahkan hal ini pada pihak yang berwajib. Hukuman yang pantas buat mereka sudah pasti ada," terangnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(LOV)




TERKAIT

BERITA LAINNYA