Agnez Mo (Foto: instagram)
Agnez Mo (Foto: instagram)

Mengaku Tak Memiliki Darah Indonesia, Agnez Mo Menuai Kontroversi

Hiburan agnez mo
Cecylia Rura • 26 November 2019 14:59
Jakarta: Pengguna media sosial meributkan pernyataan Agnez Mo dalam wawancara terbaru bersama media BUILD Series yang diunggah melalui YouTube, Jumat, 22 November 2019. Dalam wawancara eksklusif terunggah berdurasi 27 menit itu, Agnez Mo dan Kevan Kenney membahas topik keberagaman Indonesia dan personaliti Agnez Mo yang tampak berbeda.
 
Dalam diskusi warganet tentang wawancara ini, banyak yang meributkan status pernyataan Agnez Mo soal kewarganegaraannya. Mereka menilai Agnez Mo melepas identitas sebagai warga negara Indonesia setelah sukses menapaki karier internasional.
 
"Duh @agnezmo go international sampe segininya "I dont have Indonesian blood whatsoever". gini lhi "darah Indonesia" itu konsensus bersama Sumpah Pemuda identitas bangsa WNI. statement anda khianati saudara2 anda turunan tionghoa yang tiap hari masih berjuang ingin diakui as equal," bunyi cuitan @permadiaktivis yang mendapat ribuan likes dan retweet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Topik ini mengangkat nama Agnes dalam barisan trending topic di Twitter, Selasa, 26 November 2019. Pantaun terakhir Medcom.id, cuitan tentang Agnes mencapai 22,500 tweet. Nama Agnez Mo juga trending hingga sembilan ribu tweet.
 
Perbincangan antara Agnez Mo dan Kevan dimulai dari topik membahas personaliti Agnez Mo yang tumbuh di Indonesia yang majemuk.
 
"Anda melakukan wawancara bagus dengan Nick dan saya belajar banyak karena saya rasa ada banyak kesalahpahaman tentang dirimu (Agnez Mo). Saya hanya ingin tahu bagaimana keberagaman kultur di Indonesia?" tanya Kevan.
 
"Ini sangat menarik karena Indonesia punya lebih dari 18 ribu pulau. Dan setiap negara memiliki suara (bahasa/logat/aksen) yang berbeda, pakaian adat berbeda, perkusi, hanya musik dalam konteks umum kami memiliki banyak perbedaan. Saya tumbuh dengan perbedaan itu," jawab Agnez.
 
"Namun, hal yang tampak menarik saya tumbuh bersama gereja. Rasanya seperti memiliki musik tradisional Indonesia tapi dalam waktu bersamaan bernyanyi di dalam gereja. Itu menjadi bagian dari hidupku. Itu bukan menjadi representasi kultur Indoensia tapi secara representasi kultur inklusif dan saya berada di sana," kata Agnez.
 
Kevan menimpali jawaban Agnez lewat pernyataan Agnez Mo tampak berbeda dengan orang kebanyakan di Indonesia. Kevan yang mengetahui hal itu melalui sebuah wawancara, melihat Agnez Mo sebagai sosok yang populer dan sukses.
 
Agnez Mo mula-mula menjelaskan asal muasalnya yang tak memiliki darah asli keturunan Indonesia. Dia mengaku sebagai warga keturunan Jerman, Jepang, dan Cina.
 
"Karena aku tidak memiliki darah keturunan Indonesia atau semacamnya. Aku memiliki keturunan Jerman, Jepang, dan Cina. Aku lahir di Indonesia dan aku menganut agama Kristen, agama minoritas di Indonesia dengan warga mayoritas beragama Muslim. Saya tidak akan bilang bukan bagian Indonesia, karena saya merasa orang-orang menerimaku. Namun terkadang ada perasaan, saya tidak seperti orang kebanyakan," kata Agnez.
 
Kevan memuji perspektif itu. Agnez melanjutkan pernyataannya, dia berusaha untuk menyuarakan perbedaan dan keberagaman di Indonesia. Sebagai warga minoritas dan tak menjadi bagian dari suku spesifik di Indonesia seperti Batak, Dayak, maupun Sunda, Agnez Mo berusaha menerima perbedaan dan keunikan yang dimiliki.
 
"Dan pastinya menjadi contoh bagi orang lain" kata Kevan.
 
"Ya, tentu," kata Agnez.
 
Perbincangan mereka berlanjut dalam topik kemampuan Agnez Mo yang bisa terhubung dengan banyak orang. Agnez menjelaskan, dia tak hanya ingin bergaul dengan orang-orang populer tapi merangkul personaliti yang butuh rangkulan.
 
"Saya tidak ingin hanya menjalin hubungan dengan orang-orang populer. Saya perlu terhubung dengan orang-orang yang merasa terasingkan dari dunianya. Saya ingin mengatakan kepada mereka saya juga sebenarnya introvert. Saya tidak biasa berbicara di depan publik, meski saya seorang figur publik, banyak pengikut," kata Agnez.
 
"Untuk merepresentasikan tentang hal itu lebih penting daripada hanya mewakili suara orang-orang populer. Maksud saya bagus jika merepresentasikan keduanya, tapi menjadi pengingat yang baik saya datang dari tempat yang membuat saya merasa tidak seperti orang pada umumnya (mayoritas), saya masih bisa melakukannya," kata Agnez.
 
Sementara itu, Agnez Mo mengunggah penjelasan tentang pernyataannya soal perbedaan kultur dalam wawancara bersama Kevan Kenney untuk media BUILD Series. Dia bangga dapat menjadi representasi warga minoritas di Indonesia dengan negara mayoritas beragama Muslim. Dia yang bahkan memiliki keturunan Jerman, Jepang, dan Cina, bagian dari kemajemukan Indonesia, mampu menginspirasi orang banyak dan membawa nama Indonesia.
 
"Saya tumbuh di tengah keberagaman kultur. Saya berpegang pada konsep kultur inklusif. Bhinneka Tunggal Ika berarti bersatu dalam keberagaman. Saya suka ketika dapat berbagi tentang asal muasal saya dan negara saya. Saya akan selalu memberikan pernyataan jujur dan bersaksi pada dunia bagaimana seorang minoritas sepertiku diberi kesempatan untuk bemimpi dan mengejar impian," tulis Agnez Mo, Selasa, 26 November 2019 melalui Instagram.
 
(ELG)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif