Tessy bernama asli Kabul Basuki (Foto: MI)
Tessy bernama asli Kabul Basuki (Foto: MI)

Nama Asli Para Pelawak Top Indonesia

Hiburan pelawak trivia hiburan
Dhaifurrakhman Abas • 05 Agustus 2020 18:21
Jakarta: Indonesia dikenal kaya dengan beragam panggung hiburan yang dimilikinya. Salah satunya berupa komedi.
 
Yang menjadi menarik, komedian di Indonesia memiliki karakter beragam dengan nama panggung yang unik. Berikut deretan pelawak yang dimiliki Indonesia.

1. Tessy


Tessy merupakan nama panggung dari pria bernama Kabul Basuki. Dia merupakan pelawak, aktor dan anggota grup Srimulat. Julukan Tessy berasal dari putri sulungnya sendiri yang bernama Tessy Wahyuni Riwayati Hartatik.
 
Tessy lahir di Banyuwangi, pada 31 Desember 1947. Sebelum menjadi pelawak, dia merupakan personel KKO TNI Angkatan Laut yang kini disebut Korps Marinir. Dia pernah terlibat dalam operasi pembebasan Irian Barat pada tahun 1961-1963.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lepas dari TNI, Tessy kemudian memutuskan hijrah menjadi entertainer dan bergabung ke dalam grup lawak Srimulat (Surabaya) pada 1979. Selama menghibur, Tessy kerap menampilkan diri sebagai seorang transpuan dengan make up yang tebal. Tak lupa di jari-jari tangannya dihiasi cincin batu akik yang berkilau.
 
Adapun ciri khas transpuan dalam lawakan Tessy dilakukannya pertama kali ketika memerankan sosok Hansip yang memiliki jiwa kemayu. Perannya tersebut ternyata sukses menghibur penonton.
 
Setelahnya, Tessy kerap melabeli nama panggungnya sebagai Tessy Ratnasari, Tessy Kaunang, Tessy Lupita Jones hingga Tessy Van Lontong. Namun peran transpuan yang dilakukannya itu terpaksa dihentikan karena mendapat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

2. Tarzan


Tarzan atau Tarsan merupakan nama panggung pelawak bernama Toto Muryadi. Tarsan yang lahir di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, 24 April 1945 ini dikenal publik sebagai anggota grup Srimulat.
 
Sebelum bergabung dalam Srimulat, Tarsan lebih moncer di panggung tradisional ludruk sejak umur 13 tahun. Kemudian dia sempat bergabung dalam grup lawak Lokakaria tahun 1967.
 
Adapun nama Tarsan terbentuk ketika dia masih bergabung dalam Lokaria. Dia dituntut memerankan sosok Tarzan dalam sandiwara berjudul Tarzan dan Gadis Sandera oleh Amang Gunawan, pemilik rombongan sandiwara Lokaria. Penampilannya saat itu pecah dan disukai penonton. Sejak itu nama Tarsan lekat pada dirinya.
 
Tarsan kemudian bergabung dengan grup lawak Srimulat pada Mei 1979. Dengan postur badannya yang tinggi, Tarsan kerap memerankan tokoh pejabat, majikan hingga jendral di Srimulat. Dia juga sering memerankan sosok raja dan prabu dalam acara Ketoprak Humor.

3. Doyok


Doyok merupakan aktor dan pelawak senior Indonesia bernama asli Sudarmadji. Dia lahir di Siring, Sidoarjo, Jawa Timur pada 17 Agustus 1954
 
Nama Doyok terinspirasi dari sebuah tokoh kartun lembar bergambar (Lembergar) besutan koran harian Pos-kota. Tokoh Doyok ini diciptakan kartunis Keliek Siswoyo. Kartun Doyok digambarkan memiliki gigi tonggos dengan kemampuan berpikir yang kritis.
 
Tokoh kartun yang kerap menggunakan blankon dan baju khas Jawa ini menjadi inspirasi almarhum Mawi (senior) dan Sudarmadji yang tergabung dalam grup Doyok's Group. Sudarmadji kemudian mengambil peran Doyok.
 
Doyok kerap melawak bersama rekannya Kadir. Kolaborasi kedua pelawak ini sukses membawa mereka hingga ke layar lebar. Mereka pernah membintangi film Tahu Beres hingga Ngakak Guling-Guling. Keduanya juga terlibat membintangi beberapa judul sinetron.

4. Dono


Dono merupakan pelawak yang lahir di Delanggu, Klaten, Jawa Tengah pada 30 September 1951. Pemilik nama asli Wahyu Sardono ini mulai dikenal ketika bergabung dengan grup lawak Warkop.
 
Sebelum dikenal sebagai pelawak, Dono merupakan mahasiswa Fisip di Universitas Indonesia. Dia juga pernah bekerja di bagian redaksi beberapa surat kabar seperti Tribun dan Salemba.
 
Dia kemudian memilih hengkang dari pekerjaan tersebut dan bergabung dengan kelompok lawak Warung Kopi Prambors yang didirikan pada 1973. Di sana dia berkenalan dengan Kasino, Indro, dan Nanu yang mengisi acara untuk radio Prambors.
 
Nama Dono kemudian makin tenar ketika Warkop menjajal layar lebar. Bersama grup lawak Warkop, Dono pernah membintangi film Sama Juga Bohong (1986), Atas Bawah Boleh (1986), hingga Depan Bisa Bwlakang Bisa (1987).

5. Cak Lontong


Cak Lontong lahir dengan nama Lies Hartono di Magetan, 7 Oktober 1970. Dia merupakan pelawak yang kerap menyuguhkan materi lawakan silogisme dan logika absurd.
 
Lawakan Cak Lontong menjadi favorit karena membuat orang berpikir sejenak sebelum tertawa lebar. Lawakan logika absurd Cak Lontong juga disampaikan secara sederhana tanpa mendiskreditkan orang lain.
 
Sebelum menjadi pelawak, Cak Lontong dikenal sebagai akademisi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dia memulai kariernya dengan grup lawak Ludruk Cap Toegoe di Surabaya.
 
Namanya kian moncer kala terlibat dalam acara Republik BBM besutan Effendi Ghazali. Dia juga kerap tampil sebagai stand up comedian di beberapa stasiun televisi nasional Metro TV dan Trans 7.
 
Adapun nama Cak Lontong berasal dari julukan masa kecilnya. Ketika kecil, Cak Lontong memiliki tubuh yang tinggi dan kurus bagaikan makanan lontong. Alhasil dia dipanggil dengan julukan demikian oleh teman-teman dan keluarganya.
 

 
(ELG)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif