Meylisa awalnya memergoki pesan mesra suaminya dengan pria lain. Saat mempertanyakan hal itu, Meylisa malah mendapatkan tindak kekerasan.
"Awalnya klien kami ini mengetahui chat mesra dari HP laki-laki yang saat itu dalam satu mobil. Sebagai seorang istri, klien kami ini menanyakan, ada hubungan apa kok chat mesra dengan sesama lelaki," kata Fitri Ernawati selaku kuasa hukum Meylisa.
Sejumlah tindak kekerasan yang diterima Meylisa berupa dijambak hingga dibenturkan ke tembok. Meylisa yang ada di samping kuasa hukumnya hanya bisa menangis.
"Tangannya dipegang setengah dicakar, lalu ditarik sehingga terjadi luka dan kepalanya membentur sesuatu di dalam mobil yang dikendarai enam orang ini," ujarnya.
Akibat kejadian itu Meylisa Zaara mengalami luka-luka. Dia akhirnya memutuskan melaporkan sang suami ke polisi. Sementara menyikapi perselingkuhan suami, Meylisa memutuskan bercerai.
"Atas kejadian ini, sebagai kuasa hukum kita laporkan suaminya ke polisi. Juga ada hasil pemeriksaan dari psikolog, klien kami ini mengalami trauma yang sangat parah. Sehingga ada kecenderungan ke arah menyakiti dirinya sendiri," kata Fitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News